4141
Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan TerpaduPemanfaatan mikroalga telah dilakukan secara luas, mulai dari makanan, pakan, kosmetik hingga energi alternatif. Mikroalga merupakan sumber biomassa potensial dengan kandungan lipid berkisar antara 7% hingga 23% dan kandungan karbohidrat berkisar antara 4,6% hingga 23%. Mikroalga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pigmen dan antioksidan. Kemampuan pertumbuhan sel yang cepat merupakan keunggulan mikroalga. Selain itu, mikroalga memiliki kandungan lignin yang lebih rendah dibandingkan makroalga. Tetraselmis chuii dan Porphyridium cruentum adalah spesies mikroalga yang diketahui mengandung lipid dan karbohidrat yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam produksi biodiesel dan bioetanol. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan potensi biomassa mikroalga dalam produksi bioetanol melalui proses fermentasi. Tahap pra-perlakuan terdiri dari proses delipidasi dengan hidrolisi. Biomassa yang telah melalui pra-perlakuan kemudian difermenasikan menggunakan kultur Saccharomyces cerevisiae. Kadar glukosa dan bioetanol kemudian diamati setiap 24 jam. Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu optimum untuk fermentasi bioetanol adalah 24 jam. Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan biomassa Tetraselmis chuii dan Porphyridium cruentum, efisiensi delipidasi adalah 29,6362% dan 40,2667%, sedangkan efisiensi hidrolisi adalah 8,49% dan 7,51%. Kadar bioetanol pada waktu fermentasi optimum berdasarkan uji indeks bias adalah 5,8% dan 6,0%. Kadar bioetanol berdasarkan analisis kromatografi gas adalah 0,299% dan 11,221%. Penelitian ini menunjukkan bahwa biomassa mikroalga memiliki potensi sebagai substrat dalam produksi bioetanol dan dapat menjadi referensi untuk produksi bioetanol berbasis biomassa mikroalga pada skala yang lebih besar.
Fermentasi etanol dengan menggunakan biomassa mikroalga Tetraselmis chuii dan Porphyridium cruentum bebas lipid menunjukkan kadar gula sederhana tereduksi tertinggi setelah fermentasi adalah 0,0849% menggunakan biomassa Tetraselmis chuii.Sementara itu, etanol hasil fermentasi dengan kemurnian tertinggi adalah 11,221% menggunakan biomassa Porphyridium cruentum.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1) Optimasi pra-perlakuan biomassa mikroalga, seperti hidrolisis asam atau enzimatis, untuk meningkatkan ketersediaan gula fermentable dan efisiensi produksi bioetanol. 2) Studi lebih lanjut tentang parameter fermentasi, seperti suhu, pH, dan kondisi optimal untuk aktivitas mikroba, serta pengaruhnya terhadap produksi bioetanol. 3) Peningkatan konsentrasi inoculum dan penambahan nutrisi tambahan untuk mendukung pertumbuhan mikroba dan produksi etanol yang lebih efisien. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi bioetanol dari biomassa mikroalga dan membuka peluang untuk pengembangan biofuel yang berkelanjutan dan ekonomis.
- Microalgaeânovel highly efficient starch producers - Brányiková... doi.org/10.1002/bit.23016MicroalgaeyAAAinovel highly efficient starch producers BryEAnyikovyEA doi 10 1002 bit 23016
- PENGARUH KONSENTRASI RAGI (Saccharomyces cerevisiae) PADA PROSES FERMENTASI LIMBAH KULIT BUAH SUKUN (Artocarpus... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jebt/article/view/17708PENGARUH KONSENTRASI RAGI Saccharomyces cerevisiae PADA PROSES FERMENTASI LIMBAH KULIT BUAH SUKUN Artocarpus ejournal2 undip ac index php jebt article view 17708
| File size | 381.42 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
4141 Pada pengujian sensori kualitas emulsifier berupa karegenan mendapatkan nilai terbaik di setiap pengujian sensori, sedangkan berdasarkan analisis fisik,Pada pengujian sensori kualitas emulsifier berupa karegenan mendapatkan nilai terbaik di setiap pengujian sensori, sedangkan berdasarkan analisis fisik,
4141 Konsentrasi Pb melebihi baku mutu air laut untuk wisata bahari (0,005 mg/L) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Konsentrasi Zn berkisarKonsentrasi Pb melebihi baku mutu air laut untuk wisata bahari (0,005 mg/L) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Konsentrasi Zn berkisar
4141 Hal ini menunjukkan bahwa pedangang ikan di TPI Ujong Seurangga memiliki profit yang baik. Potensi sumberdaya laut telah dapat memberikan penghidupan bagiHal ini menunjukkan bahwa pedangang ikan di TPI Ujong Seurangga memiliki profit yang baik. Potensi sumberdaya laut telah dapat memberikan penghidupan bagi
ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER Selain itu, onset aksi lebih cepat pada kelompok tramadol, dengan waktu onset rata-rata 5 menit dibandingkan dengan 7 menit pada kelompok pethidine. TramadolSelain itu, onset aksi lebih cepat pada kelompok tramadol, dengan waktu onset rata-rata 5 menit dibandingkan dengan 7 menit pada kelompok pethidine. Tramadol
4141 Nilai TPC (Vendor A: 0,00 CFU/g; Vendor B: 6,16 CFU/g) juga berada di bawah ambang batas SNI 8273:2016 (max. 1x10^5 CFU/g). Namun, kadar abu tidak larutNilai TPC (Vendor A: 0,00 CFU/g; Vendor B: 6,16 CFU/g) juga berada di bawah ambang batas SNI 8273:2016 (max. 1x10^5 CFU/g). Namun, kadar abu tidak larut
4141 ) di Sungai Kalangan, Tapanuli Tengah. Kepiting bakau merupakan spesies yang penting secara ekologis dan ekonomi di lingkungan pesisir, namun data tentang) di Sungai Kalangan, Tapanuli Tengah. Kepiting bakau merupakan spesies yang penting secara ekologis dan ekonomi di lingkungan pesisir, namun data tentang
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Sesak napas dan batuk karena terjadi penumpukan sekret di jalan napas sering menjadi keluhan utama pada anak dengan pneumonia. Implementasi keperawatanSesak napas dan batuk karena terjadi penumpukan sekret di jalan napas sering menjadi keluhan utama pada anak dengan pneumonia. Implementasi keperawatan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi (obesitas) sebagai faktor resiko Diabetes Mellitus dengan Kadar Gula darah. Tidak terdapatPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi (obesitas) sebagai faktor resiko Diabetes Mellitus dengan Kadar Gula darah. Tidak terdapat
Useful /
4141 Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan cukup besar, yaitu sebesarData dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan cukup besar, yaitu sebesar
4141 stylosa pada tingkat pohon di stasiun II adalah 3200 ind/Ha, lebih tinggi dibandingkan dengan A. marina di stasiun III yang memiliki kerapatan 300 ind/Ha.stylosa pada tingkat pohon di stasiun II adalah 3200 ind/Ha, lebih tinggi dibandingkan dengan A. marina di stasiun III yang memiliki kerapatan 300 ind/Ha.
4141 Pakan komersial dengan perlakuan P2 (Pellet tipe PF 999) menunjukkan hasil terbaik dalam hal pertumbuhan, sementara perlakuan P1 (Pellet tipe PF 1000)Pakan komersial dengan perlakuan P2 (Pellet tipe PF 999) menunjukkan hasil terbaik dalam hal pertumbuhan, sementara perlakuan P1 (Pellet tipe PF 1000)
4141 Sementara itu, hasil uji kontaminasi mikroba TPC pada tuna segar adalah 7. 0 x 103 CFU/gram atau yang masih memenuhi standar (SNI 7530. 1:2009). NilaiSementara itu, hasil uji kontaminasi mikroba TPC pada tuna segar adalah 7. 0 x 103 CFU/gram atau yang masih memenuhi standar (SNI 7530. 1:2009). Nilai