4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia hidrolisat protein siput gonggong (Strombus sp). Metode penelitian terdiri dari 2 tahap, yaitu 1) pembuatan tepung siput gonggong dan analisis komposisi kimia serta 2) pembuatan hidrolisat protein siput gonggong menggunakan enzim bromelin 2% dan analisis komposisi kimia. Parameter tepung yang diamati adalah kadar air, abu, protein, lemak, dan rendemen. Sementara itu, parameter komposisi hidrolisat protein yang diamati adalah derajat hidrolisis, protein terlarut, dan asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia tepung siput gonggong adalah kadar air 9,30% (ww), kadar abu 7,09% (dw), kadar protein 73,42% (dw), kadar lemak 7,54% (dw), dan rendemen tepung siput gonggong adalah 87,5%. Sementara itu, komposisi kimia hidrolisat protein siput gonggong adalah derajat hidrolisis 78,5%, protein terlarut 69%, dan total asam amino 27,998%.

Penelitian ini menunjukkan bahwa siput gonggong (Strombus sp.) merupakan sumber protein yang potensial untuk dikembangkan menjadi hidrolisat protein melalui proses hidrolisis enzimatis menggunakan enzim bromelin.Komposisi kimia tepung siput gonggong mengandung kadar protein tinggi sebesar 73,42% (bk), dan menghasilkan rendemen sebesar 87,5%.Proses hidrolisis menghasilkan derajat hidrolisis sebesar 78,5%, kadar protein terlarut 69%, serta total asam amino sebesar 27,998 mg/100mg dengan komposisi 17 jenis asam amino esensial dan non-esensial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan kondisi hidrolisis, seperti rasio enzim terhadap substrat, waktu inkubasi, dan suhu, guna meningkatkan derajat hidrolisis dan menghasilkan peptida bioaktif dengan aktivitas fungsional yang lebih tinggi. Kedua, studi lebih mendalam mengenai karakterisasi peptida bioaktif yang dihasilkan dari hidrolisat protein siput gonggong perlu dilakukan, termasuk identifikasi struktur peptida dan evaluasi aktivitas antioksidan, antihipertensi, atau imunomodulator secara in vitro dan in vivo. Ketiga, penelitian mengenai aplikasi hidrolisat protein siput gonggong sebagai bahan tambahan pangan fungsional dalam berbagai produk makanan, seperti minuman, snack, atau produk perikanan olahan, dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi dan kualitas produk serta memperluas pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan industri pengolahan hasil perikanan dan peningkatan nilai tambah produk perikanan Indonesia.

Read online
File size284.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test