RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT

APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and HumanitiesAPLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities

Pencapaian Indonesia Emas 2045 memerlukan tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, tetapi juga tata kelola yang efektif dalam perencanaan dan penganggaran. Namun, fragmentasi institusional yang terus-menerus, koordinasi yang lemah, dan kesenjangan antara prioritas perencanaan dan alokasi anggaran terus menantang efektivitas kebijakan di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola perencanaan dan penganggaran dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain tinjauan pustaka. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan resmi pemerintah, dan dianalisis melalui analisis konten. Temuan menunjukkan bahwa hubungan antara perencanaan dan penganggaran di Indonesia dipengaruhi tidak hanya oleh faktor-faktor teknis dan administratif, tetapi juga oleh dinamika ekonomi politik yang lebih luas. Fragmentasi antara fungsi-fungsi ini dapat melemahkan kohesi kebijakan, mengurangi efektivitas pengeluaran publik, dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang. Dengan mengintegrasikan perspektif principal-agent dan common-pool, penelitian ini menawarkan kerangka analisis yang lebih komprehensif untuk menjelaskan kesenjangan struktural antara prioritas pembangunan dan alokasi fiskal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan integrasi perencanaan dan penganggaran adalah hal yang esensial untuk meningkatkan konsistensi kebijakan, kualitas pengeluaran, dan efektivitas fiskal dalam mendukung Indonesia Emas 2045.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara perencanaan dan penganggaran di Indonesia dibentuk tidak hanya oleh masalah teknis dan administratif, tetapi juga oleh dinamika institusional dan ekonomi politik yang lebih luas.Temuan menunjukkan bahwa fragmentasi antara fungsi perencanaan dan penganggaran dapat mengurangi kohesi kebijakan, melemahkan efektivitas pengeluaran publik, dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan nasional jangka panjang, termasuk Indonesia Emas 2045.Dalam hal ini, penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan antara prioritas perencanaan dan alokasi anggaran erat kaitannya dengan koordinasi yang lemah, pemisahan institusi, dan tantangan tata kelola.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi perencanaan dan penganggaran dapat dipahami secara lebih komprehensif melalui penggunaan gabungan perspektif principal-agent dan common-pool.Perspektif ini menjelaskan bagaimana perbedaan kepentingan institusi, asimetri informasi, dan persaingan atas sumber daya fiskal terbatas dapat berkontribusi pada kesenjangan antara prioritas pembangunan dan implementasi anggaran.Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kerangka analisis yang lebih terintegrasi untuk memahami bagaimana struktur tata kelola mempengaruhi kinerja fiskal dan hasil pembangunan dalam konteks perencanaan nasional jangka panjang.

Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, integrasi perencanaan dan penganggaran menjadi hal yang esensial dalam memperkuat konsistensi kebijakan, kualitas pengeluaran, dan efektivitas fiskal. Upaya ini tidak hanya terbatas pada restrukturisasi organisasi, tetapi juga didukung oleh mekanisme koordinasi yang lebih kuat, pembuatan kebijakan berbasis bukti, dan akuntabilitas institusional. Penyesuaian regulasi, termasuk merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 dan memperkuat dasar hukum untuk sinkronisasi kebijakan, dapat mendukung kerangka kerja yang lebih terkoordinasi. Secara keseluruhan, peningkatan sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengeluaran publik dan mendukung realisasi Indonesia Emas 2045.

  1. The Relationship of Fiscal Policy and Economic Cycle: Is Vietnam Different?. relationship fiscal policy... mdpi.com/1911-8074/16/5/281The Relationship of Fiscal Policy and Economic Cycle Is Vietnam Different relationship fiscal policy mdpi 1911 8074 16 5 281
  2. The Preamble of 1945 Constitutions as Post-Colonial Normative Expression and Its Contextuality (A Politics... doi.org/10.29037/DIGITALPRESS.42254The Preamble of 1945 Constitutions as Post Colonial Normative Expression and Its Contextuality A Politics doi 10 29037 DIGITALPRESS 42254
  3. Model Sistem Dinamis: Simulasi Formulasi Kebijakan Publik [Dynamic System Model: Simulation Method in... doi.org/10.22212/JEKP.V10I1.1242Model Sistem Dinamis Simulasi Formulasi Kebijakan Publik Dynamic System Model Simulation Method in doi 10 22212 JEKP V10I1 1242
  4. Journal of Policy Studies. journal policy studies information back aims scope editorial board subscription... e-jps.org/archive/view_article?pid=jps-39-1-1Journal of Policy Studies journal policy studies information back aims scope editorial board subscription e jps archive view article pid jps 39 1 1
  5. Taxes: The Key to A Golden Indonesia 2045 | Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science... journal.formosapublisher.org/index.php/marcopolo/article/view/9773Taxes The Key to A Golden Indonesia 2045 Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science journal formosapublisher index php marcopolo article view 9773
Read online
File size299.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test