RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT

APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and HumanitiesAPLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh konteks situasional, sosial, dan budaya terhadap interpretasi peribahasa Wolio serta menjelaskan manifestasi prinsip kooperatif Grice melalui maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara penggunaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatis dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan penutur asli, dan observasi penggunaan peribahasa dalam komunikasi nyata. Analisis dilakukan dengan menafsirkan makna peribahasa berdasarkan konteks sekitarnya, kemudian memetakan realisasi maksim Grice dalam struktur ujaran dan strategi penggunaan peribahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks memiliki pengaruh langsung dan menentukan, karena makna dan fungsi peribahasa hanya dapat dipahami secara tepat bila situasi tutur, hubungan sosial, dan nilai budaya dipertimbangkan. Selain itu, prinsip kooperatif Grice tercermin dalam peribahasa sebagai strategi komunikasi yang efektif, sopan, dan sesuai norma budaya. Temuan ini mengonfirmasi kontribusi peribahasa Wolio terhadap kajian pragmatik dan linguistik budaya serta berpotensi digunakan sebagai bahan ajar untuk memperkuat literasi budaya dan nilai komunikasi.

Interpretasi peribahasa Wolio bersifat pragmatis dan kontekstual, sehingga makna dan fungsi ujaran tidak dapat ditentukan hanya melalui terjemahan harfiah.Konteks situasional, sosial, dan budaya masing-masing memengaruhi aktivasi makna, kesesuaian penyampaian koreksi, serta legitimasi nilai kolektif dalam komunikasi.Prinsip kooperatif Grice terwujud dalam peribahasa melalui empat maksim, yakni kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara, yang berfungsi sebagai pedoman etika berbahasa yang menjaga efektivitas dan penerimaan sosial dalam interaksi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana generasi muda di masyarakat Wolio memahami dan menggunakan peribahasa dalam konteks digital, seperti media sosial atau pesan instan, untuk melihat evolusi fungsi dan makna dalam komunikasi modern. Kedua, sebaiknya dikaji bagaimana peribahasa Wolio digunakan dalam situasi konflik formal, seperti di lembaga pemerintahan atau forum adat, guna mengungkap peran mereka sebagai alat regulasi komunikasi dalam struktur otoritas. Ketiga, perlu diteliti pemanfaatan peribahasa Wolio dalam pembelajaran bahasa di sekolah, termasuk efektivitasnya dalam mengajarkan kemampuan inferensi pragmatis dan nilai-nilai komunikasi kepada siswa, serta tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan konteks budaya secara utuh. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperluas cakupan konteks penggunaan, memperdalam pemahaman tentang adaptasi budaya dalam ruang baru, serta mengembangkan model pendidikan yang berbasis pada kearifan lokal secara holistik.

  1. The Function of Proverbs as Educational Media: Anthropological Linguistics on Wolio Proverbs | ELS Journal... journal.unhas.ac.id/index.php/jish/article/view/10505The Function of Proverbs as Educational Media Anthropological Linguistics on Wolio Proverbs ELS Journal journal unhas ac index php jish article view 10505
  2. A Cognitive Semantics Analysis of Wolio Proverbs Related to the Human Body | Atlantis Press. cognitive... atlantis-press.com/proceedings/bis-hess-19/125939499A Cognitive Semantics Analysis of Wolio Proverbs Related to the Human Body Atlantis Press cognitive atlantis press proceedings bis hess 19 125939499
  3. Language as a Tool for Education: Teaching Values through Albanian Idioms and Proverbs | Journal of Educational... doi.org/10.36941/jesr-2025-0175Language as a Tool for Education Teaching Values through Albanian Idioms and Proverbs Journal of Educational doi 10 36941 jesr 2025 0175
Read online
File size433.37 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test