UNTAGUNTAG

JURNAL KAJIAN TEKNIK MESINJURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Proses pengecoran dengan istilah lain foundry merupakan proses dasar dalam pengembangan di dunia industri. Negara Korea sekarang ini merupakan negara yang sangat maju dalam dunia industri. Hal ini dikarenakan teknologi pengecoran atau foundry yang pertama kali mereka kuasai. Pengecoran merupakan salah satu proses pembentukan bahan baku/bahan benda dimana pengendalian kualitas benda kerja dimulai sejak bahan masih dalam keadaan mentah. Cacat kake atau cacat produk yang disebabkan karena adanya sisa aluminium yang lengket di area cavity hal ini dapat menyebabkan adanya cacat kake. Data yang diperoleh dari perusahaan terutama data produksi dan data produk rusak kemudian diolah menjadi tabel secara rapi dan terstruktur. Jenis-jenis defect yang terjadi pada proses die casting yang ada di PT TMMIN adalah di antaranya sebagai berikut, kajiri, ibutsu, yumawari, yujiwa, crack, pin patah dan kake. Dianalisis kembali dengan metode 4M. Dengan metode ini, implementasi perbaikan akan lebih jelas dalam pemberian gambaran-gambaran dalam upaya perbaikan tersebut.

Jenis-jenis cacat pada proses die casting di PT TMMIN meliputi kajiri, ibutsu, yumawari, yujiwa, crack, pin patah, kake, dan lain-lain.Cacat kake terjadi terutama karena sisa aluminium yang menempel pada area cavity di bagian C3.Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pembersihan rutin area cavity dan die sesuai SOP serta pelaksanaan preventive maintenance pada mesin die casting.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam mengenai pengaruh kondisi thermal cavity pada area C3 terhadap pembentukan sisa aluminium yang menyebabkan cacat kake, melalui pemantauan suhu secara real-time selama siklus produksi. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas modifikasi desain die agar sisa aluminium tidak mudah menempel, dengan mempertimbangkan sudut draft, pelapisan permukaan, dan sistem pendinginan internal. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang integrasi sistem monitoring otomatis berbasis sensor untuk mendeteksi adanya residu logam sebelum injeksi berikutnya, sehingga pembersihan dapat dilakukan secara tepat waktu dan mengurangi risiko cacat. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi sistem produksi yang lebih andal dan otonom, meminimalkan ketergantungan pada sumber daya manusia dalam deteksi dini kegagalan proses. Dengan pendekatan ini, bukan hanya cacat kake yang dapat ditekan, tetapi juga kualitas produk secara keseluruhan bisa ditingkatkan secara konsisten. Selain itu, hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk standarisasi proses perawatan mesin di berbagai lini produksi serupa. Pemahaman mendalam terhadap variabel proses dan respon material akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih presisi dalam operasional harian. Kombinasi antara perbaikan desain, monitoring otomatis, dan pengendalian proses dapat menjadi fondasi bagi transformasi digital di lini produksi die casting. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan dalam skala pilot terlebih dahulu untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomisnya. Hasilnya nanti dapat dikembangkan menjadi sistem prediktif yang terintegrasi dengan manajemen kualitas pabrik.

Read online
File size277 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test