POLNAMPOLNAM

Jurnal Administrasi TerapanJurnal Administrasi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk: (1). mengetahui keragaman jenis sagu berdasarkan karakter morfologi dan tingkat kekerabatan; (2). mengetahui tingkat pertumbuhan dan kelimpahan jenis-jenis sagu yang terdapat di Hutan Sagu Alam (HSA) Distrik Kais, dan (3). mengetahui potensi produksi jenis sagu yang terdapat di HSA Distrik Kais. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan September 2022, bertempat di Hutan Sagu Alam Distrik Kais Kabupaten Sorong Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan observasi lapangan. Jenis-jenis sagu yang diambil dari petak contoh dalam areal penelitian pada tingkat MT. Penelitian ini menggunakan teknik Inventarisasi potensi dengan penarikan contoh Line Plot Systematic Sampling atau pengambilan sampel berdasarkan jalur. Jalur Utama (Base Line) yang dibuat memotong garis kontour agar lebih mudah melihat karakteristik vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 jenis sagu berdasarkan penamaan lokal masyarakat yaitu, Raimamare (sagu nipah), Kororo (sagu merah), Mugici (sagu liar atau sagu hutan), Fiaro/Demago (sagu merah) dan Bitafo (sagu tanam). Mugici dan Bitafo memiliki indeks nilai penting tertinggi dibandingkan jenis lainnya. Sangat mendominasi sebab jenis sagu ini terdapat pada seluruh petak ukur pengamatan. Rentang umur pohon sagu pada Hutan Sagu Alam distrik Kais berkisar antara umur 16,2 tahun sampai 36,5 tahun. Potensi produksi tiap jenis sagu unggul adalah jenis Kororo dengan proses produksi pati sagu basah hasil ekstraksi secara tradisional adalah 266.8 kg.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat lima jenis sagu berdasarkan penamaan lokal masyarakat di Distrik Kais, yaitu Raimamare, Kororo, Mugici, Fiaro/Demago, dan Bitafo.Jenis sagu Mugici dan Bitafo memiliki nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi, menunjukkan dominasi mereka dalam ekosistem hutan sagu.Potensi produksi pati basah tertinggi ditemukan pada jenis Kororo, mencapai 266.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai potensi genetik dari masing-masing jenis sagu yang ditemukan, termasuk analisis molekuler untuk memahami hubungan kekerabatan antar jenis dan mengidentifikasi varietas unggul yang memiliki karakteristik unik. Kedua, penelitian mengenai teknik budidaya sagu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan perlu dikembangkan, termasuk penerapan sistem agroforestri yang mengintegrasikan tanaman sagu dengan tanaman lain untuk meningkatkan produktivitas lahan dan menjaga keanekaragaman hayati. Ketiga, studi mengenai nilai ekonomi dan potensi pasar dari produk-produk olahan sagu perlu dilakukan untuk mendorong pengembangan industri sagu di Kabupaten Sorong Selatan dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Penelitian ini dapat mencakup analisis rantai nilai, identifikasi peluang pasar, dan pengembangan strategi pemasaran yang efektif. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya sagu dapat dioptimalkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Read online
File size622.91 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test