UNWAHAUNWAHA

Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian MasyarakatJumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Pemahaman tentang model bisnis sangat penting dalam proses perencanaan dan pengembangan usaha baru, terutama bagi siswa yang mulai tertarik pada dunia kewirausahaan. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa SMA Kristen Pringadi dengan keterampilan mendesain model bisnis dengan memanfaatkan kerangka BMC (Business Model Canvas). Pelaksanaan pelatihan dibagi ke dalam tiga tahap utama, yaitu preparation, execution, and evaluation. Materi pelatihan juga mencakup pengenalan delapan tipe model e-Business menurut Peter Weill dan Michael R. Vitale sebagai dasar pemahaman konsep. Evaluasi atas keberhasilan pelatihan dilakukan dengan menganalisis perbedaan hasil pre-test dan post-test peserta. Dari 18 peserta, sebanyak 9 peserta (50%) menunjukkan peningkatan hasil, 7 peserta (38,9%) memperoleh hasil yang sama, dan 2 peserta (11,1%) belum mengalami peningkatan. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pelatihan memberikan pengaruh positif pada pemahaman sebagian besar peserta terkait perancangan model bisnis. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat dan kemampuan kewirausahaan di kalangan siswa.

Pelatihan perancangan model bisnis berdasarkan BMC bagi siswa SMA Kristen Pringadi telah berhasil dilaksanakan melalui tiga tahapan utama.Pelatihan ini memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai pentingnya model bisnis dalam merancang usaha baru, serta memperkenalkan berbagai tipe model bisnis e-Business menurut Weill dan Vitale sebagai referensi tambahan.Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 50% peserta mengalami peningkatan pemahaman setelah mengikuti pelatihan, sementara 38,9% peserta menunjukkan hasil yang tetap, dan 11,1% belum menunjukkan peningkatan.Hal tersebut menandakan bahwa pelatihan memberikan manfaat yang signifikan bagi sebagian besar peserta, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pelatihan ini terhadap minat dan kemampuan kewirausahaan siswa. Apakah pelatihan ini benar-benar dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mendorong siswa untuk memulai usaha baru? Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas metode pelatihan yang digunakan, yaitu metode penyampaian materi secara lisan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Apakah metode ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang model bisnis? Apakah ada metode alternatif yang lebih efektif? Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas alat evaluasi yang digunakan, yaitu pre-test dan post-test. Apakah alat evaluasi ini mampu mengukur pemahaman siswa dengan akurat dan konsisten?.

  1. Kerangka Kerja Analisis dan Pemodelan pada Proses Bisnis berdasarkan BPI dan BSC | Jurnal Teknologi Informasi... jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8325Kerangka Kerja Analisis dan Pemodelan pada Proses Bisnis berdasarkan BPI dan BSC Jurnal Teknologi Informasi jtiik ub ac index php jtiik article view 8325
  2. Using the Business Model Canvas (BMC) strategy tool to.... business model canvas bmc strategy tool personal... doi.org/10.1515/ijtr-2017-0005Using the Business Model Canvas BMC strategy tool to business model canvas bmc strategy tool personal doi 10 1515 ijtr 2017 0005
  3. The Business Model Phenomenon: Towards Theoretical Relevance - Prescott - 2021 - Journal of Management... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/joms.12610The Business Model Phenomenon Towards Theoretical Relevance Prescott 2021 Journal of Management onlinelibrary wiley doi 10 1111 joms 12610
Read online
File size451.86 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test