UNWAHAUNWAHA

Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian MasyarakatJumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Dalam upaya mengendalikan populasi hama tikus secara efektif, petani mulai mempertimbangkan penggunaan bahan aktif seperti Zinc Fosfit dan Brodifakum yang dikenal efektif dalam mengurangi dampak pada hama. Petani diberikan pemahaman serta pelatihan praktis mengenai penggunaan bahan aktif Zinc Fosfit dan Brodifakum sebagai bagian dari strategi pengendalian hama yang lebih sistematis dan terarah. Bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan praktik petani dalam penerapan Zinc Fosfit dan Brodifakum, serta untuk mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang mengutamakan keterlibatan aktif petani sebagai mitra utama dalam setiap tahap penelitian. Selain itu, pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk menggali potensi sumber daya yang ada dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pemahaman dan praktik petani terkait dengan penggunaan kedua bahan aktif tersebut, selain itu para petani juga mendapatkan pemahaman tentang penggunaan Brodifakum sebagai bahan aktif untuk mengendalikan hama tikus.

Hama tikus merupakan masalah serius dalam pertanian, terutama di Desa Tembok Bahalang, yang menyebabkan kerugian besar pada hasil panen.Untuk mengendalikannya, petani menggunakan rodentisida seperti Zinc Fosfit dan Brodifakum.Zinc Fosfit bekerja dengan menghasilkan gas fosfin yang mematikan bagi tikus dalam waktu singkat, sementara Brodifakum, jenis antikoagulan, menyebabkan tikus mati akibat pendarahan internal setelah mengonsumsi umpan yang terkontaminasi.Petani di Desa Tembok Bahalang menggunakan Zinc Fosfit untuk serangan tikus yang mendesak pada tahap awal penanaman, dan Brodifakum untuk pengendalian jangka panjang.Namun, tantangan utama yang dihadapi petani adalah kurangnya pemahaman tentang dosis yang tepat, akses terbatas ke produk, serta resistensi tikus terhadap bahan aktif tertentu.Praktik pemantauan setelah aplikasi umpan juga sering diabaikan, yang mengurangi efektivitas pengendalian.Untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian hama tikus, petani disarankan untuk mendapatkan pendidikan dan penyuluhan mengenai penggunaan rodentisida yang aman, serta pentingnya penggunaan alat pelindung.Pendekatan pengendalian hama terpadu yang menggabungkan bahan kimia dengan metode lain seperti perangkap atau penggunaan predator juga sangat dianjurkan untuk mengurangi ketergantungan pada rodentisida dan meningkatkan keberlanjutan pengelolaan hama.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan program pelatihan berkelanjutan bagi petani mengenai penggunaan rodentisida yang aman dan efektif. Selain itu, penting untuk menerapkan rotasi bahan aktif dalam pengendalian hama tikus agar mencegah resistensi tikus terhadap racun tertentu. Terakhir, perlu ada upaya untuk mempromosikan dan menerapkan metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menggabungkan bahan kimia dengan metode ekologis seperti perangkap dan predator alami. Dengan demikian, pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara lebih aman, efektif, dan berkelanjutan, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

  1. PENYULUHAN PERTANIAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS DAN PEMBUATAN BIOSAKA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG SISTEM PERTANIAN... jurnalbuguh.unila.ac.id/index.php/buguh/article/view/1327PENYULUHAN PERTANIAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS DAN PEMBUATAN BIOSAKA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG SISTEM PERTANIAN jurnalbuguh unila ac index php buguh article view 1327
  2. GAMBARAN PERILAKU PETANI DALAM PENGGUNAAN PESTISIDA DAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP KELUHAN KESEHATAN... doi.org/10.51556/ejpazih.v11i1.184GAMBARAN PERILAKU PETANI DALAM PENGGUNAAN PESTISIDA DAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP KELUHAN KESEHATAN doi 10 51556 ejpazih v11i1 184
Read online
File size481.13 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test