ISBIISBI

Pascasarjana ISBI Bandung Conference SeriesPascasarjana ISBI Bandung Conference Series

Hubungan antara religiositas dan kinerja dapat dilihat dari kegiatan kerja. Terdapat lima dimensi religiositas yang dapat dilihat dan dinilai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu, dimensi keyakinan agama, praktik keagamaan, perasaan keagamaan, efek keagamaan, dan pengetahuan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat religiositas seseorang di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pustakawan yang bekerja di perpustakaan universitas di Sumatera Barat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa terdapat tiga dimensi religiositas yang memengaruhi kinerja pustakawan, yaitu dimensi keyakinan agama, dimensi perasaan keagamaan, dan dimensi efek keagamaan. Sementara itu, dua dimensi religiositas yang tidak memiliki efek positif pada kinerja pustakawan adalah dimensi praktik keagamaan dan dimensi pengetahuan keagamaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa religiositas memengaruhi kinerja perpustakaan.

Religiositas dan kinerja karyawan seringkali dikaitkan dengan kualitas seseorang, terutama dalam hal moral, perilaku, dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.Orang yang lebih religius seharusnya memiliki sikap yang lebih baik.Beberapa dimensi religius yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari adalah terkait dengan keyakinan seseorang terhadap agamanya.Dimensi praktik keagamaan adalah dimensi yang dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.Dimensi perasaan keagamaan adalah dimensi yang dapat dikaitkan dengan perasaan seseorang terhadap agamanya, pengalaman, atau bentuk perasaan lainnya seperti rasa syukur.Dimensi efek dapat dilihat dari peningkatan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, di mana karena takut akan sanksi, kehidupan individu menjadi lebih baik.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana dimensi-dimensi religiositas yang berbeda (keyakinan, praktik, perasaan, efek, pengetahuan) berinteraksi dengan faktor-faktor lain seperti kepribadian, motivasi, dan lingkungan kerja untuk memengaruhi kinerja pustakawan secara lebih mendalam. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan pengukuran variabel-variabel tersebut dan analisis regresi untuk mengidentifikasi hubungan kausal. Kedua, penelitian dapat diperluas untuk melibatkan pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan (sekolah, umum, khusus) dan wilayah geografis yang berbeda untuk menguji generalisasi temuan. Pendekatan komparatif dapat digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam pengalaman religiositas dan dampaknya terhadap kinerja di berbagai konteks. Ketiga, penelitian dapat menggunakan metode longitudinal untuk melacak perubahan dalam tingkat religiositas dan kinerja pustakawan dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Hal ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana religiositas memengaruhi kinerja pustakawan dalam jangka panjang.

  1. Pengaruh Religiusitas terhadap Kinerja Karyawan Muslim Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten... journal.unesa.ac.id/index.php/jei/article/view/10051Pengaruh Religiusitas terhadap Kinerja Karyawan Muslim Pada Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Kabupaten journal unesa ac index php jei article view 10051
Read online
File size176.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test