SEANINSTITUTESEANINSTITUTE

INFOKUMINFOKUM

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Tujuannya adalah untuk mengukur dan menganalisis kandungan gas terlarut dalam minyak transformator daya dan untuk menjelaskan hasil pengukuran berdasarkan standar IEEE C57.104-2008 dan Surat Keputusan PT PLN No. 0520 K/DIR/2014. Objek penelitian adalah Transformator Daya 1 dan 2 dari Gardu Induk Titi Kuning di Jalan Suka Tirta No. 54b, Medan, Sumatera Utara. Analisis menggunakan dua metode untuk menentukan kondisi transformator ini: TDCG dan Key Gases. Metode pertama adalah mengukur kandungan Hydrogen (H2), Acetylene (CH2), Ethylene(CH4), Ethane (CH6), Methane, Carbon monoxide (CO), dan Carbon dioxide (CO2). Metode kedua melibatkan penjumlahan nilai Metode Gas Chromatography (TDCG) untuk analisis Dissolved Gas Analysis (DGA), dan metode ketiga adalah metode gas kunci untuk menentukan jenis kerusakan atau abnormalitas pada transformator.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Kondisi minyak isolasi sampel transformator daya 1 adalah kategori 2.Abnormalitas pada transformator daya 1 terlihat dari nilai TDCG sebesar 1001 ppm, dan metode Key Gases menemukan gas karbon monoksida (CO) mendominasi.Hal ini disebabkan oleh panas berlebih pada minyak isolasi dan kertas isolasi transformator.Pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA) bulanan diperlukan untuk memastikan akurasi sampel minyak isolasi transformator.Nilai TDCG untuk transformator 2, 206 ppm, menunjukkan kondisi 1.Transformator dapat beroperasi secara normal, tetapi perlu dicatat bahwa analisis metode Key Gases mengungkapkan gas karbon monoksida (CO), yang mengindikasikan panas berlebih pada minyak isolasi dan kertas isolasi transformator.Pengujian ulang diperlukan untuk mengkonfirmasi kondisi aktual minyak isolasi transformator.Hasil pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA) dapat membantu dalam menganalisis kondisi abnormal pada transformator.Jika diperlukan, pengujian komparatif juga dapat dilakukan menggunakan laboratorium di unit PLN lainnya untuk mengkonfirmasi hasil.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengelolaan kondisi transformator daya. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara hasil DGA dengan data parameter operasional transformator (suhu, beban) untuk mengidentifikasi korelasi dan mengembangkan model prediksi kondisi transformator secara lebih akurat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode analisis DGA yang lebih sensitif untuk mendeteksi dini potensi kerusakan, misalnya dengan memanfaatkan teknik machine learning untuk mengklasifikasikan pola gas terlarut. Ketiga, penting untuk menginvestigasi pengaruh jenis minyak isolasi dan material isolasi terhadap pola gas yang dihasilkan selama operasi transformator, sehingga dapat direkomendasikan material yang lebih tahan terhadap degradasi dan menghasilkan gas yang lebih mudah diinterpretasikan.

  1. ANALISIS KINERJA MODIFIKASI ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS SATU PHASE DIPELANGGAN YANG MENYEBABKAN SUSUT... journal.eng.unila.ac.id/index.php/jitet/article/view/5098ANALISIS KINERJA MODIFIKASI ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS SATU PHASE DIPELANGGAN YANG MENYEBABKAN SUSUT journal eng unila ac index php jitet article view 5098
Read online
File size216.96 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test