UNESAUNESA
Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa MesinPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan putaran rol terhadap efisiensi, kapasitas, dan kualitas pengupasan sabut kelapa pada mesin pengupas sabut kelapa dengan objek uji kelapa berukuran kecil dan besar. Variasi kecepatan putaran rol yang digunakan meliputi 120 rpm, 150 rpm, 180 rpm, 210 rpm, dan 240 rpm, di mana kecepatan putaran rol menjadi parameter utama yang memengaruhi waktu pengupasan, tingkat keberhasilan proses, serta potensi kerusakan buah kelapa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kecepatan 120 rpm dan 150 rpm, efisiensi pengupasan kelapa kecil mencapai 100%, namun efisiensi pengupasan kelapa besar masih relatif rendah, masing-masing sebesar 70% dan 60%. Pada kecepatan 180 rpm, efisiensi pengupasan kelapa besar meningkat hingga 100% dengan kapasitas mesin sebesar 563 buah/jam. Peningkatan kecepatan putaran rol menjadi 210 rpm dan 240 rpm mampu meningkatkan kapasitas mesin hingga 784 buah/jam dan 849 buah/jam, serta menurunkan waktu pengupasan hingga rata-rata 4,2 detik. Namun, pada kecepatan tinggi tersebut efisiensi pengupasan kelapa kecil mengalami penurunan akibat meningkatnya gaya mekanis yang bekerja. Berdasarkan hasil penelitian, kecepatan putaran rol 180 rpm dinyatakan sebagai kondisi paling optimal karena mampu menghasilkan efisiensi pengupasan yang tinggi, kapasitas mesin yang memadai, serta kualitas hasil pengupasan yang baik tanpa menimbulkan kerusakan signifikan pada buah kelapa.
Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan kinerja mesin pengupas sabut kelapa dengan variasi kecepatan putaran rol, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.Variasi kecepatan putaran rol berpengaruh terhadap efisiensi pengupasan sabut kelapa.Peningkatan kecepatan rol menyebabkan waktu pengupasan semakin singkat dan kapasitas mesin meningkat, terutama pada kelapa berukuran besar.Namun, kecepatan yang terlalu tinggi dapat menurunkan kualitas pengupasan pada kelapa kecil akibat meningkatnya gaya mekanis yang bekerja.Kecepatan putaran rol 180 rpm merupakan kecepatan yang paling optimal karena mampu menghasilkan efisiensi pengupasan yang tinggi, waktu pengupasan relatif singkat, serta kualitas hasil pengupasan yang baik tanpa menimbulkan kerusakan signifikan pada buah kelapa.Kecepatan ini memberikan keseimbangan terbaik antara efisiensi dan kualitas hasil pengupasan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas mesin pengupas sabut kelapa. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh desain rol pengupas terhadap efisiensi dan kualitas pengupasan, dengan mempertimbangkan material, bentuk, dan tekstur permukaan rol. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem kontrol otomatis yang mampu menyesuaikan kecepatan putaran rol secara dinamis berdasarkan ukuran dan kondisi kelapa yang diproses, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja mesin pada berbagai variasi bahan baku. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan energi terbarukan, seperti energi surya atau energi angin, untuk menggerakkan mesin pengupas sabut kelapa, sehingga dapat mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan mesin pengupas sabut kelapa yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan, serta mendukung pengembangan industri pengolahan kelapa yang berkelanjutan.
| File size | 312.92 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dimensi antara hasil simulasi dan produk aktual yang bervariasi pada setiap rasio material. Deviasi dimensiHasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dimensi antara hasil simulasi dan produk aktual yang bervariasi pada setiap rasio material. Deviasi dimensi
UNESAUNESA Hasil identifikasi masalah menunjukkan bahwa potensi gangguan performa mesin C15 terutama berkaitan dengan mekanisme katup dan kualitas proses pembakaran,Hasil identifikasi masalah menunjukkan bahwa potensi gangguan performa mesin C15 terutama berkaitan dengan mekanisme katup dan kualitas proses pembakaran,
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi kemasan ramah lingkungan berupa wadah saus biodegradable menggunakan campuran Polylactic Acid (PLA)Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi kemasan ramah lingkungan berupa wadah saus biodegradable menggunakan campuran Polylactic Acid (PLA)
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemrosesan 225 °C menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 67 MPa. Peningkatan suhu hingga 250 °C menyebabkanHasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemrosesan 225 °C menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 67 MPa. Peningkatan suhu hingga 250 °C menyebabkan
UNESAUNESA Desain ini menghasilkan fitur pengambil telur yang lebih lengkap, canggih, dan aman, dengan total 11 spesifikasi teknis yang dirumuskan melalui prosesDesain ini menghasilkan fitur pengambil telur yang lebih lengkap, canggih, dan aman, dengan total 11 spesifikasi teknis yang dirumuskan melalui proses
UNESAUNESA Hasil simulasi menunjukkan bahwa Model A menghasilkan tegangan maksimum sebesar 172,88MPa, deformasi maksimum 0,52865 mm, dan faktor keamanan minimum 1,2784,Hasil simulasi menunjukkan bahwa Model A menghasilkan tegangan maksimum sebesar 172,88MPa, deformasi maksimum 0,52865 mm, dan faktor keamanan minimum 1,2784,
UNESAUNESA Motor utama mesin ini adalah motor listrik ¼ tenaga kuda yang berputar pada 1250 rpm dan memiliki kontrol kecepatan digital. Box pendingin panjang 290,Motor utama mesin ini adalah motor listrik ¼ tenaga kuda yang berputar pada 1250 rpm dan memiliki kontrol kecepatan digital. Box pendingin panjang 290,
UNESAUNESA Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori Baik Sekali (BS) maupun Baik (B), sehingga persentasenya 0%. Sebanyak 3 siswa (15%) memiliki kebugaran jasmaniTidak ada siswa yang masuk dalam kategori Baik Sekali (BS) maupun Baik (B), sehingga persentasenya 0%. Sebanyak 3 siswa (15%) memiliki kebugaran jasmani
Useful /
UNESAUNESA Analisis regangan Von Mises menunjukkan nilai maksimum sebesar 77,97 MPa pada segmen 6–14, dengan indikasi tidak terjadinya deformasi plastis pada segmenAnalisis regangan Von Mises menunjukkan nilai maksimum sebesar 77,97 MPa pada segmen 6–14, dengan indikasi tidak terjadinya deformasi plastis pada segmen
UNESAUNESA Data hasil pengujian dianalisis guna menilai kinerja dan kelayakan mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pencacah rumput gajah yang dirancangData hasil pengujian dianalisis guna menilai kinerja dan kelayakan mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pencacah rumput gajah yang dirancang
UNESAUNESA Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi suhu pemrosesan (200°C, 225°C, 250°C) terhadap sifat mekanik bioplastik berbasis polylactic acid (PLA)Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi suhu pemrosesan (200°C, 225°C, 250°C) terhadap sifat mekanik bioplastik berbasis polylactic acid (PLA)
UNESAUNESA Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan puli kecil (1 inch) mampu menghasilkan putaran lebih tinggi dan kapasitas produksi terbesar, dengan performaHasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan puli kecil (1 inch) mampu menghasilkan putaran lebih tinggi dan kapasitas produksi terbesar, dengan performa