UMSUMS

Media Mesin: Majalah Teknik MesinMedia Mesin: Majalah Teknik Mesin

Pemanfaatan energi matahari melalui panel surya sebagai sumber energi listrik untuk rumah tangga dan penerangan jalan semakin meningkat pesat. Namun, panel surya menghadapi masalah terkait suhu kerja. Ketika penyerapan radiasi surya terlalu tinggi, mengakibatkan penurunan efisiensi. Suhu yang tinggi menyebabkan panel surya menghasilkan energi lebih rendah dibandingkan pada kondisi dingin. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh sirip pendingin aluminium pada panel surya, dengan variasi sudut kemiringan sirip 30° dan 45°, serta dibandingkan dengan panel tanpa sistem pendinginan untuk menurunkan suhu kerja panel surya dengan menggunakan media sirip pendingin dan hembusan udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sudut 30°, didapatkan hasil suhu panel sekitar 43,60°C pada Iterasi ke-13, dengan penurunan suhu sekitar 3,13%. Pada sudut 45°, suhu yang didapatkan 41,80°C dengan penurunan suhu sekitar 6,8%. Sementara itu, kondisi tanpa pendingin mencapai suhu tertinggi 44,40°C. Tanpa pendinginan, menyebabkan suhu panel menjadi lebih tinggi, dan sudut 45° memberikan efek pendinginan yang lebih baik dibandingkan sudut 30°, meskipun perbedaannya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan kondisi tanpa pendingin.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sudut kemiringan sirip pendingin aluminium berpengaruh terhadap suhu kerja dan efisiensi panel surya.Sudut 45° memberikan penurunan suhu hingga 6,68% dengan efisiensi rata-rata 15,10%, sedangkan sudut 30° hanya menurunkan suhu sebesar 3,13% dengan efisiensi rata-rata 11,83%.Dengan demikian, peningkatan sudut sirip pendingin mampu meningkatkan disipasi panas dan efisiensi konversi energi panel surya.

Pertama, perlu diteliti pengaruh variasi sudut sirip pendingin di luar 30° dan 45°, seperti 60° atau sudut optimal dinamis yang menyesuaikan posisi matahari sepanjang hari, untuk mengetahui apakah ada peningkatan efisiensi yang lebih signifikan. Kedua, penelitian lanjutan dapat menguji kombinasi sirip pendingin dengan material berbeda selain aluminium, misalnya tembaga atau komposit termal, untuk membandingkan kemampuan konduksi panas dan efeknya terhadap kinerja panel surya dalam kondisi panas ekstrem. Ketiga, perlu dieksplorasi sistem pendinginan hybrid yang menggabungkan sirip dengan aliran udara aktif (kipas) dan pendinginan evaporatif sederhana, untuk melihat potensi penurunan suhu yang lebih besar tanpa mengorbankan konsumsi energi sistem tersebut, terutama dalam aplikasi lapangan di daerah tropis dengan intensitas matahari tinggi secara konsisten. Gabungan ketiga pendekatan ini dapat membuka arah baru dalam desain sistem pendingin panel surya yang lebih adaptif, efisien, dan cocok untuk iklim Indonesia.

  1. Peningkatan Energi Listrik Serta Daya Keluaran Pada Panel Surya Dengan Penambahan Sistem Pendingin Heatsink... journal.trunojoyo.ac.id/triac/article/view/14278Peningkatan Energi Listrik Serta Daya Keluaran Pada Panel Surya Dengan Penambahan Sistem Pendingin Heatsink journal trunojoyo ac triac article view 14278
  2. ANALISIS PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP DAYA KELUARAN PADA PANEL SURYA | Teknika STTKD:... jurnal.sttkd.ac.id/index.php/ts/article/view/442ANALISIS PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP DAYA KELUARAN PADA PANEL SURYA Teknika STTKD jurnal sttkd ac index php ts article view 442
  3. Monitoring Pengaruh Suhu Pada Panel Surya Terhadap Performa Keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Surya... journal.fortei7.org/index.php/fortech/article/view/376Monitoring Pengaruh Suhu Pada Panel Surya Terhadap Performa Keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Surya journal fortei7 index php fortech article view 376
Read online
File size520.47 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test