UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Biji kopi robusta adalah jenis biji kopi yang paling banyak di panen di Indonesia, tetapi pengolahan biji kopi di Indonesia masih sedikit. Beberapa UMKM di berbagai daerah masih menggunakan cara tradisional untuk menyangrai biji kopi. Menyangrai biji kopi dengan cara manual membuat kematangan biji kopi tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mesin roasting kopi berkapasitas 2 Kg/jam dengan menggunakan pemanas kompor portable. Metode yang digunakan yaitu dengan cara mengumpulkan data lalu menghitung perencanaan dan mendesain alat. Kemudian dilanjutkan dengan proses uji fungsi alat dalam mencapai kapasitas 2 Kg/jam. Uji fungsi dilakukan dengan menyangrai biji kopi sebanyak 500 gram dan dilakukan sebanyak 4 kali di setiap suhu yang ditentukan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu mesin roasting kopi memiliki panjang 41,5 cm, lebar 27 cm, dan tinggi 50 cm. drum yang digunakan memiliki volume 3281,7 cm3 yang digerakkan dengan motor KTYZ 14 W 60 rpm menggunakan transmisis timing pulley berdiameter 25 mm dan timing belt dengan panjang 360 mm. Mesin roasting kopi dapat menyangrai biji kopi sebanyak 2 Kg/jam pada suhu 185°C, 190°C, dan 195°C melalui 4 batch penyangraian.

Mesin roasting kopi ini memiliki dimensi panjang 41,5 cm, lebar 27 cm, dan tinggi 50 cm.Mesin ini menggunakan penggerak motor listrik KTYZ 14 W dengan kecepatan putar 60 rpm.Mesin ini memiliki volume drum 3281,7 cm3 dengan diameter drum 15,24 cm dan tinggi 18 cm.Mesin roasting kopi ini dapat menyangrai biji kopi robusta sampai tingkat kematangan light roast dengan waktu 2 kg/jam.Pada suhu 185°C dibutuhkan waktu 58 menit 48 detik untuk meroasting biji kopi, pada suhu 190°C dibutuhkan waktu 48 menit 18 detik untuk meroasting biji kopi, dan pada suhu suhu195°C dibutuhkan waktu 37 menit 26 detik untuk meroasting biji kopi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem kontrol otomatis untuk mengatur suhu dan waktu penyangraian secara presisi, sehingga dapat menghasilkan kualitas kopi yang lebih konsisten. Kedua, penelitian dapat mengkaji penggunaan sumber energi alternatif, seperti energi surya atau biomassa, untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan keberlanjutan proses roasting. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh variasi desain drum dan kecepatan putaran terhadap profil rasa kopi yang dihasilkan, dengan tujuan untuk mengoptimalkan karakteristik sensorik kopi.

Read online
File size1.15 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test