4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

Tsunami yang terjadi di Aceh pada akhir tahun 2004 telah memberikan dampak pada bangunan gedung yang terkena air tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keadaan saat ini dan menganalisa tingkat kerusakan struktur kolom yang terkena tsunami, salah satunya adalah bangunan gedung UPTD Bina Marga dan Cipta Karya Wilayah IV Meulaboh. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei langsung ke lapangan dan melakukan analisis kerusakan bangunan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.16/PRT/M/2010 tentang pedoman teknis pemeriksaan berkala bangunan gedung. Hasil analisis tersebut dilakukan klassifikasi tingkat kerusakan sesuai dengan standar dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.24/PRT/M/2008 tentang pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Penelitian ini juga dilakukan pemeriksaan kekuatan beton pada kolom yang terkena tsunami, kekuatan beton tersebut diukur pada elemen struktur kolom tanpa merusak konstruksi (non destructive test), dengan menggunakan alat uji yaitu concrete hammer test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom bangunan yang terkena tsunami mengalami penurunan kekuatan beton, kondisi struktur kolom semuanya mengalami retak dan pecah, sebagian besar selimut beton sudah terkelupas kondisi tulangan utama mengalami korosi dan sebagian tulangan sengkang sudah putus. Hasil uji mutu beton rata-rata 114,41 kg/cm² lebih rendah dari kekuatan beton normal. Hasil kajian dan analisis bahwa kolom yang terkena tsunami pada bangunan UPTD Bina Marga dan Cipta Karya Wilayah IV Meulaboh digolongkan tingkat kerusakan berat, maka bangunan gedung UPTD Bina Marga dan Cipta Karya wilayah IV Meulaboh tidak laik fungsi.

Berdasarkan hasil pembobokan kolom bangunan, tulangan mengalami korosi berat dan kerusakan berat pada bagian yang terkena tsunami, sehingga bangunan tersebut dikategorikan tidak laik fungsi.Hasil pengujian Concrete Hammer Test menunjukkan bahwa tingkat kerusakan struktur beton kolom bangunan gedung UPTD Bina Marga dan Cipta Karya Wilayah IV Meulaboh tergolong kerusakan berat sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.Kuat tekan beton rata-rata yang didapat adalah 114,41 kg/cm², yang lebih rendah dari standar mutu beton struktural, sehingga bangunan tersebut tidak laik fungsi.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai metode perbaikan struktur kolom yang terkena dampak tsunami, dengan mempertimbangkan aspek biaya, durabilitas, dan kemudahan implementasi. Studi lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan material komposit baru yang tahan terhadap korosi air laut dan memiliki kekuatan mekanik yang tinggi untuk digunakan dalam perbaikan struktur beton yang rusak akibat tsunami. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh berbagai jenis retakan pada struktur kolom terhadap perilaku seismik bangunan, serta mengembangkan model prediksi kerusakan yang akurat untuk membantu dalam perencanaan mitigasi bencana di wilayah pesisir. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melakukan simulasi numerik dan eksperimen laboratorium untuk memahami mekanisme kerusakan dan perilaku struktur kolom yang terkena dampak tsunami, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kerusakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi para insinyur sipil dan pembuat kebijakan dalam merancang bangunan yang lebih tahan terhadap tsunami dan mengurangi risiko kerusakan akibat bencana alam.

Read online
File size250.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test