4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

Penelusuran banjir adalah prosedur untuk memperkirakan waktu dan besaran banjir yang akan terjadi di suatu titik berdasarkan data yang diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui debit aliran sungai pada DAS Krueng Meureubo dan karakteristik hidrograf di bagian hulu dan hilir dengan menggunakan metode Muskingum. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data curah hujan harian dan peta topografi. Intensitas curah hujan tertinggi terjadi pada periode ulang 10 tahunan dan terendah pada periode ulang 2 tahunan. Nilai Koefisien (k) adalah 3400 s dan nilai x adalah 0,462. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit puncak inflow adalah 36,543 m3/s, sedangkan debit puncak outflow adalah 35,934 m3/s. Hidrograf aliran dengan metode Muskingum menunjukkan bahwa perbedaan nilai awal masukan outflow tidak berpengaruh besar terhadap debit yang dihasilkan, nilai debit yang dihasilkan hampir sama hingga akhir hidrograf. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak terkait untuk melakukan tindakan pencegahan atau mengurangi dampak banjir, dan membangun sistem peringatan dini.

Penelitian ini menghasilkan nilai debit puncak inflow sebesar 36,543 m3/s dan debit puncak outflow sebesar 35,934 m3/s.Metode Muskingum menunjukkan bahwa perbedaan nilai awal masukan outflow tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap debit yang dihasilkan.Nilai koefisien (k) yang diperoleh adalah 3400 s dan nilai x adalah 0,462 pada aliran hidrograf.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkalibrasi perubahan profil penampang sungai, sehingga dapat dipantau perubahan bentuk profil penampang sungai seiring perubahan debit aliran. Pihak terkait, khususnya yang menangani mitigasi bencana, dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengurangi risiko bencana banjir. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pemodelan hidrodinamika sungai Krueng Meureubo untuk memprediksi perilaku aliran sungai secara lebih akurat, terutama pada kondisi ekstrem. Pengembangan sistem peringatan dini banjir berbasis data curah hujan dan model hidrologi juga perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Integrasi data spasial seperti elevasi dan tata guna lahan ke dalam model dapat meningkatkan akurasi prediksi banjir dan membantu dalam perencanaan tata ruang yang berkelanjutan.

Read online
File size253.69 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test