UNSURUNSUR

Jurnal Media Teknik dan Sistem IndustriJurnal Media Teknik dan Sistem Industri

Revolusi industri 4.0 mempunyai dampak yang besar bagi Negara yaitu memajukan Indonesia dengan cara membangun Sumber Daya Manusia dan meningkatkan pola produksi menjadi lebih otomatis dan digital. Namun tantangan saat ini yaitu kualitas SDM Indonesia. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk peningkatan kualitas SDM adalah dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Adapun penelitian ini dilakukan di PT. Inhutani 1 UMI Gresik yang berlokasi di Jl. Kapten Darmosugondo XXI, Gresik dan merupakan perusahaan lanjutan dari PN Perhutani Kalimantan Timur yang bergerak di bidang pengelolaan hasil hutan alam yang kemudian dilakukan beberapa proses sampai ditentukan bahwa hasil produk layak untuk digunakan dan siap dikirim. Adapun dalam proses produksi menggunakan berbagai macam jenis mesin yaitu cross cut, multi trip, single rip, double palnner, moulding dan sanding. Dengan kegiatan kerja dibidang tersebut maka karyawan akan selalu berhubungan dengan kondisi mesin dalam skala besar, panas dan berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kerja. PT. Inhutani 1 UMI Gresik sebagai perusahaan yang bergerak dalam kegiatan pengolahan kayu hasil hutan tentu harus memiliki program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang efektif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap tenaga kerja dan pimpinan perusahaan didapatkan hasil bahwa penerapan K3 belum sepenuhnya diterapkan. Hal ini disebabkan karena masih ditemukannya sarana dan prasarana untuk menerapkan K3 masih belum memadai seperti tidak adanya tim khusus, karyawan mengabaikan keselamatan saat bekerja dengan tidak memakai APD serta tidak ada teguran khusus dari perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bahaya dan penilaian risiko yang muncul di tempat kerja serta diberikan pengendalian dari risiko menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) kemudian dari risiko yang ada diberikan suatu pengendalian risiko yang memiliki tujuan meminimalisir terjadi kecelakaan kerja serta dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi tenaga kerja. Metode HIRARC merupakan salah satu metode manajemen risiko yang termuat identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian atas risiko yang terjadi dan memiliki tujuan untuk menekan tingkat risiko yang terjadi di suatu tempat. Penelitian ini memiliki hasil yaitu terdapat 4 aktivitas utama dan 1 aktivitas maintenance, di mana ditemukan 13 potensi bahaya. Adapun klasifikasinya sebagai berikut 1 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko extreme, 1 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko high, 7 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko moderate dan sebanyak 4 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko low.

Berdasarkan analisis data penelitian dan pembahasan menggunakan teknik observasi dan di PT.INHUTANI 1 UMI GRESIK tentang identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3, maka dapat disimpulkan bahwa.Terdapat proses produksi pengolahan kayu di perusahaan tersebut yang memiliki 4 aktivitas utama dan 1 aktivitas maintenance, di mana masing-masing tersebut memiliki risiko yang terjadinya kecelakaan kerja.Dari tahap identifikasi dan penilaian bahaya ditemukan 13 potensi bahaya.Adapun klasifikasinya yaitu 1 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko extreme, 1 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko high, 7 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko moderate dan sebanyak 4 potensi bahaya dikategorikan seagai level risiko low.Dari semua aktivitas dan risiko yang ada diberikan suatu pengendalian risiko yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja serta dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi tenaga kerja.Adapun langkah rekomendasi risk control berkaitan dengan administrative control dan APD sedangkan untuk eliminasi, substitusi dan engineering control tidak dilakukan karena kondisi aktual perusahaan yang tidak memungkinkan untuk melakukan pengendalian tersebut.Adapun terdapat beberapa saran yang penulis berikan kepada PT.Dari semua aktivitas dan risiko yang ada diberikan suatu pengendalian risiko yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja serta dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi tenaga kerja.Perlu menambah seorang pengawas saat ada pekerjaan yang bisa dikatakan membutuhkan pendamping atau bantuan orang lain seperti saat proses pembakaran dan maintenance.Diberikan sanksi khusus bagi pekerja yang melanggar SOP agar dapat menimbulkan efek jerah dan lebih disiplin lagi dalam bekerja sehingga tingkat kecelakaan kerja di perusahaan tersebut dapat diminimalisir dan bisa dihindari dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat diajukan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Inhutani 1 UMI Gresik. Pertama, perlu dilakukan penambahan pengawas saat ada pekerjaan yang membutuhkan pendamping atau bantuan orang lain, seperti saat proses pembakaran dan maintenance. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. Kedua, perusahaan dapat menerapkan sanksi khusus bagi pekerja yang melanggar SOP, agar dapat menciptakan efek jerah dan meningkatkan disiplin dalam bekerja. Ketiga, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) secara menyeluruh, dengan melibatkan tim khusus dan menyediakan sarana serta prasarana yang memadai. Dengan demikian, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi tenaga kerja.

Read online
File size675.65 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test