UNSURUNSUR

Jurnal Media Teknik dan Sistem IndustriJurnal Media Teknik dan Sistem Industri

PT. XYZ adalah salah satu perusahaan besar dan multinasional yang bergerak di bidang produksi baja di Indonesia. Pada semester pertama tahun 2019, PT. XYZ menghadapi tantangan berupa banyaknya karyawan di sinter plant yang tidak melaksanakan budaya 5R. Sinter plant merupakan plant pemasok utama untuk blast furnace plant di PT. XYZ yang berfungsi untuk menggabungkan suatu raw material mixture pada temperatur tinggi sehingga menghasilkan produk yang dikenal dengan nama sinter ore. Penelitian ini dilakukan di sinter plant PT. XYZ. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 26. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis tersebut didapat bahwa semua indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini memiliki keabsahan (validitas) dan keandalan (reliabilitas) yang baik. Hasil pengolahan data dan analisa dalam penelitian ini juga mendapatkan bahwa budaya 5R (X1) dan kinerja karyawan (X2) mempunyai pengaruh terhadap lingkungan kerja (Y).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa semua indikator yang digunakan dalam penelitian memiliki validitas dan reliabilitas yang baik.Hasil analisis korelasi menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara budaya 5R dan kinerja karyawan terhadap lingkungan kerja.Selain itu, variasi lingkungan kerja dapat dijelaskan oleh variasi budaya 5R dan kinerja karyawan.Hasil uji signifikan simultan menunjukkan bahwa budaya 5R dan kinerja karyawan secara bersama-sama berpengaruh terhadap lingkungan kerja.Terakhir, budaya 5R dan kinerja karyawan secara signifikan mempengaruhi lingkungan kerja.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menghambat implementasi budaya 5R di sinter plant PT. XYZ, seperti kurangnya pelatihan, kurangnya dukungan manajemen, atau kurangnya kesadaran karyawan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang efektif untuk meningkatkan budaya 5R dan kinerja karyawan, misalnya melalui program pelatihan yang lebih intensif, pemberian insentif, atau peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar karyawan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara budaya 5R, kinerja karyawan, dan indikator kinerja perusahaan lainnya, seperti produktivitas, kualitas produk, dan keselamatan kerja, untuk memahami dampak jangka panjang dari implementasi budaya 5R terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan efisiensi, efektivitas, dan daya saing PT. XYZ di industri baja.

Read online
File size769.84 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test