UNSURUNSUR
PROCEEDING JUSTICIA CONFERENCEPROCEEDING JUSTICIA CONFERENCEPerkembangan revolusi industri 4.0 telah merambah ke dunia hukum yang ditandai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi berupa kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tanggungjawab Kecerdasan Buatan sebagai subjek hukum Paten. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan di Indonesia tidak dianggap sebagai Inventor, perbuatan hukumnya tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara perdata maupun secara pidana, namun kecerdasan buatan dapat menjadi objek Paten/invensi dan berhak mendapatkan perlindungan hukum.
Kecerdasan Buatan hanya merupakan kepanjangan tangan manusia sebagai subjek hukum, ia bekerja sesuai program yang sudah disetting oleh manusia sebagai subjek hukum, oleh karena itu yang bertanggungjawab berdasarkan teori risk and liabilities.Kecerdasan Buatan tidak bertangungjawab atas kejadian yang tidak diharapkan dikemudian hari, baik secara perdata maupun secara administrasi bahkan secara pidana.Kecerdasan Buatan tidak menganut nilai-nilai dan etika, Kecerdasan buatan tidak punya hati nurani maka Kecerdasan Buatan tersebut tidak memiliki tangungjawab batin, yang dikenal dalam hukum pidana acteus dan mensrea, untuk dapat seseorang atau subjek hukum dapat di pidana maka subjek hukum tersebut memenuhi dua kualifikasi yaitu perbuatan dan pertangungjawabannya.Kecerdasan Buatan tidak mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana yang dimiliki seorang Inventor tetapi kecerdasan buatan dapat menjadi objek Paten/ invensi dan berhak mendapatkan perlindungan hukum.
Berdasarkan perkembangan pesat kecerdasan buatan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implikasi hukum dari perbuatan yang dilakukan oleh kecerdasan buatan, terutama terkait dengan pertanggungjawaban perdata dan pidana. Selain itu, penting untuk mengkaji bagaimana regulasi kekayaan intelektual dapat disesuaikan untuk mengakomodasi invensi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, dengan mempertimbangkan aspek kepatutan dan keadilan bagi semua pihak. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan kerangka etika untuk kecerdasan buatan, guna memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
| File size | 187.52 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Guru menilai kepraktisan sebesar 100%, dikategorikan sangat praktis. Uji coba siswa dilakukan dalam tiga tahap. individu (100% sangat praktis), kelompokGuru menilai kepraktisan sebesar 100%, dikategorikan sangat praktis. Uji coba siswa dilakukan dalam tiga tahap. individu (100% sangat praktis), kelompok
USMUSM Penelitian tentang teknologi anti-drone dan sistem pertahanan udara modern semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan drone dalam konteksPenelitian tentang teknologi anti-drone dan sistem pertahanan udara modern semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan drone dalam konteks
MALAHAYATIMALAHAYATI Organisasi manajemen kesehatan yang efektif sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam era digitalisasi saat ini, penggunaan teknologiOrganisasi manajemen kesehatan yang efektif sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam era digitalisasi saat ini, penggunaan teknologi
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA These findings highlight the increasing recognition of ELs importance in contemporary education and underscore the need for continued research and implementationThese findings highlight the increasing recognition of ELs importance in contemporary education and underscore the need for continued research and implementation
IPMIIPMI Dengan memahami sistem audit keberlanjutan Halal berbasis ISO Plan/Do/Check/Act (PDCA) – yang mencakup sumber etis, perencanaan, pelaksanaan produksiDengan memahami sistem audit keberlanjutan Halal berbasis ISO Plan/Do/Check/Act (PDCA) – yang mencakup sumber etis, perencanaan, pelaksanaan produksi
STEKOMSTEKOM Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penjadwalan media sosial yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan mengatasi permasalahan terkait pengelolaanPenelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penjadwalan media sosial yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan mengatasi permasalahan terkait pengelolaan
STEKOMSTEKOM Serving around 100 consumers daily necessitates a fast service process. However, the restaurant currently uses manual data processing and transaction management,Serving around 100 consumers daily necessitates a fast service process. However, the restaurant currently uses manual data processing and transaction management,
UNIKOMUNIKOM Pengujian dilakukan di dua lokasi, yaitu Hutan UI dan Bukit Pelangi, untuk mengevaluasi akurasi koordinat yang dikirimkan. Akurasi saat pengujian di HutanPengujian dilakukan di dua lokasi, yaitu Hutan UI dan Bukit Pelangi, untuk mengevaluasi akurasi koordinat yang dikirimkan. Akurasi saat pengujian di Hutan
Useful /
USMUSM Penelitian ini berhasil mencapai tingkat akurasi sebesar 86,666% dalam mengidentifikasi akun palsu. Kualitas dataset dan pemilihan fitur yang tepat memilikiPenelitian ini berhasil mencapai tingkat akurasi sebesar 86,666% dalam mengidentifikasi akun palsu. Kualitas dataset dan pemilihan fitur yang tepat memiliki
USMUSM Dengan penelitian ini penggunaan seleksi fitur Chi-Square dapat berpengaruh pada hasil evaluasi data ulasan pengguna aplikasi Whatsapp. Penelitian iniDengan penelitian ini penggunaan seleksi fitur Chi-Square dapat berpengaruh pada hasil evaluasi data ulasan pengguna aplikasi Whatsapp. Penelitian ini
MALAHAYATIMALAHAYATI Faktor‑faktor tersebut saling terkait dan meningkatkan risiko penularan melalui kontak langsung dan kontaminasi barang. Oleh karena itu, pencegahan harusFaktor‑faktor tersebut saling terkait dan meningkatkan risiko penularan melalui kontak langsung dan kontaminasi barang. Oleh karena itu, pencegahan harus
MALAHAYATIMALAHAYATI Salah satu faktor risiko penting adalah kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, seperti ventilasi tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi,Salah satu faktor risiko penting adalah kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, seperti ventilasi tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi,