UMSUMS

Jurnal KesehatanJurnal Kesehatan

Sanitasi kandang ternak yang tidak memadai dapat meningkatkan populasi lalat di lingkungan sekitar, sehingga meningkatkan risiko penularan diare di masyarakat yang tinggal dekat dengan kandang. Selain itu, sumur yang dibangun tanpa memenuhi standar konstruksi yang benar dikaitkan dengan risiko kontaminasi air yang dapat menyebabkan peningkatan kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi kandang ternak, kepadatan lalat, dan kondisi sumur dengan kejadian diare di masyarakat Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 40 peternak sebagai sampel yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, kuesioner, dan perangkap lalat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji Fishers Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,0% kandang ternak tidak memenuhi standar sanitasi, 52,5% memiliki kepadatan lalat tinggi, 50,0% sumur berada dalam kondisi buruk, dan 55,0% peternak pernah mengalami diare. Uji chi-square dengan Fishers Exact menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi kandang ternak, kepadatan lalat, dan kondisi sumur dengan kejadian diare. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sanitasi kandang ternak, kepadatan lalat, dan kondisi sumur dengan kejadian diare di masyarakat Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi kandang ternak, kepadatan lalat, dan kondisi sumur dengan kejadian diare di Desa Aek Banir.Faktor lingkungan seperti kandang ternak yang tidak terkelola dengan baik, kepadatan lalat yang tinggi, serta sumur yang tidak memenuhi standar kesehatan turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko diare.Upaya perbaikan sanitasi kandang, pengendalian vektor lalat, dan peningkatan kualitas sumur secara terintegrasi sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian diare di wilayah tersebut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas sistem pengolahan limbah ternak berbasis biogas dalam mengurangi kepadatan lalat dan risiko diare di rumah tangga peternak, untuk melihat apakah teknologi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi sanitasi lingkungan. Kedua, penting untuk mengevaluasi pengaruh jarak aman antara sumur dan kandang ternak terhadap kualitas bakteriologis air dalam studi longitudinal, agar dapat ditentukan jarak optimal yang benar-benar melindungi masyarakat dari kontaminasi. Ketiga, perlu dikaji perilaku masyarakat terkait kebiasaan penggunaan air sumur tanpa pengolahan, melalui pendekatan kualitatif, untuk merancang intervensi edukasi yang sesuai dengan kearifan lokal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya air bersih. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dalam membangun strategi pencegahan diare yang lebih komprehensif dan berbasis bukti di wilayah pedesaan dengan aktivitas peternakan yang tinggi.

  1. Analisis Hubungan Konstruksi Sumur Gali dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Jumlah Bakteri Coliform Dalam... doi.org/10.14710/jil.20.3.437-444Analisis Hubungan Konstruksi Sumur Gali dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Jumlah Bakteri Coliform Dalam doi 10 14710 jil 20 3 437 444
  2. Relationship between Livestock Pen Sanitation, Fly Density, Well Conditions, and Diarrhea Incidence in... doi.org/10.23917/jk.v18i3.11687Relationship between Livestock Pen Sanitation Fly Density Well Conditions and Diarrhea Incidence in doi 10 23917 jk v18i3 11687
Read online
File size549.62 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test