PUBMEDIAPUBMEDIA

Manajemen Pelayanan KesehatanManajemen Pelayanan Kesehatan

Pertumbuhan yang baik dipengaruhi oleh faktor gizi yang adekuat, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pertumbuhan balita usia 1-3 tahun yang diasuh oleh ibu yang bekerja di wilayah Puskesmas I Denpasar Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 46 balita sebagai sampel. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dan wawancara dengan ibu balita. Hasil menunjukkan bahwa 20% balita mengalami stunting, 10% mengalami wasting, dan 15% mengalami overweight, sementara 55% memiliki status gizi yang baik. Sekitar 30% balita juga memiliki status gizi yang tidak sesuai dengan usia mereka. Faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini meliputi kurangnya waktu ibu untuk menyiapkan makanan bergizi dan kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Penelitian ini merekomendasikan agar ibu dan keluarga lebih aktif dalam mengatur waktu dan menyusun rencana makan yang sehat. Edukasi tentang gizi seimbang juga penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan yang tepat, sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal balita.

Penelitian ini menggambarkan pertumbuhan balita usia 1-3 tahun yang diasuh oleh ibu bekerja di Puskesmas I Denpasar Barat, dengan fokus pada status gizi berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan indeks massa tubuh (IMT).Hasil menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar balita memiliki status gizi yang baik, masih terdapat kasus stunting, wasting, dan overweight yang memerlukan perhatian lebih lanjut.Tantangan utama yang dihadapi ibu bekerja adalah keterbatasan waktu dalam menyiapkan makanan bergizi dan kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang, sehingga dukungan dan edukasi mengenai gizi sangat diperlukan untuk memastikan pertumbuhan optimal balita.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas program penyediaan makanan bergizi siap saji di tempat penitipan anak terhadap status gizi balita dari ibu bekerja, untuk mengetahui apakah intervensi ini dapat mengatasi keterbatasan waktu dalam menyiapkan makanan sehat. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh model kerja fleksibel atau kerja jarak jauh terhadap kualitas pengasuhan dan pemantauan gizi anak, guna memahami bagaimana sistem kerja dapat dirancang agar lebih ramah keluarga tanpa mengorbankan produktivitas. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian mengenai efektivitas intervensi edukasi gizi berbasis digital, seperti aplikasi atau pesan singkat, dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik gizi seimbang pada ibu bekerja, terutama dalam konteks kota besar dengan mobilitas tinggi seperti Denpasar, sehingga solusi kesehatan anak dapat dijangkau secara luas dan berkelanjutan.

  1. Hubungan Status Gizi Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Puskesmas... doi.org/10.33992/jik.v11i1.2075Hubungan Status Gizi Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Puskesmas doi 10 33992 jik v11i1 2075
  2. SENTUHAN KASIH IBU, UPAYA STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN PIJAT BAYI PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN DI... doi.org/10.31764/jpmb.v4i1.3223SENTUHAN KASIH IBU UPAYA STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN PIJAT BAYI PADA ANAK USIA 0 3 TAHUN DI doi 10 31764 jpmb v4i1 3223
  3. STUDI MENGENAI STATUS GIZI BALITA | Alhamid | JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati). studi status gizi balita... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/3068STUDI MENGENAI STATUS GIZI BALITA Alhamid JKM Jurnal Kebidanan Malahayati studi status gizi balita ejurnalmalahayati ac index php kebidanan article view 3068
Read online
File size422.17 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test