PUBMEDIAPUBMEDIA
Manajemen Pelayanan KesehatanManajemen Pelayanan KesehatanKonsumsi makanan cepat saji (fast food) pada remaja dan mahasiswa menunjukkan kecenderungan meningkat seiring perubahan gaya hidup modern yang menekankan kepraktisan dan kecepatan, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan fisik maupun psikososial apabila tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun literature review mengenai perilaku konsumsi fast food pada remaja dan mahasiswa dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai dasar analisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap positif terhadap fast food, khususnya persepsi rasa yang enak, kepraktisan, dan popularitas, merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong niat serta perilaku konsumsi, diikuti oleh pengaruh norma subjektif yang terbentuk melalui teman sebaya, lingkungan sosial, dan paparan media digital. Selain itu, rendahnya perceived behavioral control berkaitan dengan keterbatasan kemampuan individu dalam mengendalikan pilihan makanan sehingga meningkatkan frekuensi konsumsi fast food. Beberapa penelitian dengan desain intervensi juga menunjukkan bahwa edukasi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan kontrol perilaku yang dirasakan, mengubah sikap, dan menurunkan perilaku konsumsi fast food pada remaja dan mahasiswa. Kesimpulannya, upaya pengendalian konsumsi fast food pada kelompok usia ini memerlukan pendekatan promosi kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan sikap, norma sosial, dan perceived behavioral control, serta dukungan lingkungan yang mendukung terbentuknya perilaku makan yang lebih sehat.
Berdasarkan hasil literature review, perilaku konsumsi fast food pada remaja dan mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, tetapi terutama oleh interaksi antara sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control sebagaimana dijelaskan dalam kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), yang diperkuat oleh kebiasaan makan serta paparan lingkungan sosial dan digital.Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya promosi kesehatan yang hanya menekankan edukasi gizi tidak akan cukup efektif tanpa disertai strategi untuk mengubah sikap terhadap fast food, membentuk norma sosial yang lebih mendukung pola makan sehat, serta meningkatkan kemampuan remaja dalam mengendalikan pilihan makan mereka.Oleh karena itu, intervensi berbasis TPB yang terintegrasi dengan penguatan lingkungan sekolah, keluarga, dan regulasi paparan pemasaran makanan—khususnya di media digital—perlu diprioritaskan dalam program pencegahan konsumsi fast food.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan menguji model intervensi yang mengombinasikan pendekatan perilaku dan lingkungan secara longitudinal agar diperoleh strategi yang lebih berkelanjutan dalam menekan konsumsi fast food pada remaja.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, seperti: 1. Menganalisis faktor-faktor psikososial yang memengaruhi perilaku konsumsi fast food pada remaja, termasuk pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial, dan paparan media digital. 2. Mengembangkan dan menguji intervensi berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah dan keluarga untuk mengubah sikap, norma sosial, dan perceived behavioral control terkait konsumsi fast food pada remaja. 3. Meneliti efektivitas regulasi paparan pemasaran makanan, khususnya di media digital, dalam mengurangi konsumsi fast food pada remaja dan mendorong perilaku makan yang lebih sehat.
- Tren Konsumsi Fast Food dan Dampaknya terhadap Obesitas di Kalangan Remaja Perkotaan | Sehat Rakyat:... journal.yp3a.org/index.php/sehatrakyat/article/view/4130Tren Konsumsi Fast Food dan Dampaknya terhadap Obesitas di Kalangan Remaja Perkotaan Sehat Rakyat journal yp3a index php sehatrakyat article view 4130
- Literature Review in Scientific Research: An Overview | East African Journal of Education Studies. literature... doi.org/10.37284/eajes.7.2.1909Literature Review in Scientific Research An Overview East African Journal of Education Studies literature doi 10 37284 eajes 7 2 1909
| File size | 363.72 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBMEDIAPUBMEDIA Namun, perbedaan tetap ada dalam konsistensi implementasi APN, dipengaruhi oleh faktor-faktor sistemik, perilaku, dan institusional. Studi ini menyimpulkanNamun, perbedaan tetap ada dalam konsistensi implementasi APN, dipengaruhi oleh faktor-faktor sistemik, perilaku, dan institusional. Studi ini menyimpulkan
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Gejala utama adalah nyeri dibagian perut. Berdasarkan permasalahan diatas maka dibuatlah suatu program yang dapat membantu, yaitu Sistem Pakar dengan menggunakanGejala utama adalah nyeri dibagian perut. Berdasarkan permasalahan diatas maka dibuatlah suatu program yang dapat membantu, yaitu Sistem Pakar dengan menggunakan
UMSUMS These findings suggest that Brain Gym may hold potential for improving cognitive function, but further research is needed to identify specific contextsThese findings suggest that Brain Gym may hold potential for improving cognitive function, but further research is needed to identify specific contexts
LENTERANUSALENTERANUSA Metode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah interaktif yang disesuaikan dengan rentang usia anak-anak 6-12 tahun. Hasil kegiatan ini diharapkan dapatMetode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah interaktif yang disesuaikan dengan rentang usia anak-anak 6-12 tahun. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat
UNIBAUNIBA Penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum promosi kesehatan mengenai bahata seks bebas, tingkat pengetahuan kurang, namun setelah promosi kesehatan mengenaiPenelitian ini menunjukkan bahwa sebelum promosi kesehatan mengenai bahata seks bebas, tingkat pengetahuan kurang, namun setelah promosi kesehatan mengenai
UNNUUNNU Pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan pemahaman remaja, sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kejadian diare dan meningkatkan kualitas hidupPendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan pemahaman remaja, sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kejadian diare dan meningkatkan kualitas hidup
ITSCIENCEITSCIENCE Dalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik, kognitif, konsep diri, pola koping dan perilaku sosial. Anak sangat rentan terhadap risiko terjadinyaDalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik, kognitif, konsep diri, pola koping dan perilaku sosial. Anak sangat rentan terhadap risiko terjadinya
JQWHJQWH Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terhadap sikap seksual pranikah pada 1 SMA Negeri 1 Sambit,Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terhadap sikap seksual pranikah pada 1 SMA Negeri 1 Sambit,
Useful /
UBUB Program pelatihan aplikasi pengolah data ini terbukti berhasil dengan meraih tingkat kepuasan tinggi dari peserta. Evaluasi menggunakan model KirkpatrickProgram pelatihan aplikasi pengolah data ini terbukti berhasil dengan meraih tingkat kepuasan tinggi dari peserta. Evaluasi menggunakan model Kirkpatrick
UBUB Pengembangan area dan aktivitas wisata yang didukung dengan pembuatan desain signage, backdrop, tiket reguler, tiket festival, dan poster festival. PembuatanPengembangan area dan aktivitas wisata yang didukung dengan pembuatan desain signage, backdrop, tiket reguler, tiket festival, dan poster festival. Pembuatan
LENTERANUSALENTERANUSA Disimpulkan bahwa pendidikan adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kebiasaan makan sehat di kalangan anak sekolah. Pendidikan pangan sehat dan amanDisimpulkan bahwa pendidikan adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kebiasaan makan sehat di kalangan anak sekolah. Pendidikan pangan sehat dan aman
UNNUUNNU Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pembinaan ini cukup berhasil dimana peserta workshop sangat antusias dalam kegiatanHasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pembinaan ini cukup berhasil dimana peserta workshop sangat antusias dalam kegiatan