PPS UNISTIPPS UNISTI

Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani dalam menggunakan benih padi varietas unggul, mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi keputusan petani menggunakan benih padi varietas unggul, menganalisis perbandingan pendapatan usahatani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non‑unggul di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dipilih secara purposive sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten sentra produksi padi di Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada bulan Mei – Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap penggunaan benih padi unggul secara keseluruhan di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang tergolong kurang baik. Dalam hal ketersediaan benih, dan kerumitan penggunaan benih cukup baik. Sedangkan persepsi petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih, harga benih, tingkat kesesuaian benih, dan kualitas produksi hasil benih padi varietas unggul tergolong pada kategori rendah atau kurang baik. Terdapat perbedaan pendapatan petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non‑unggul di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pendapatan bersih petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul rata‑rata pendapatannya yaitu sebesar Rp 22.936.650 per hektar dan petani padi yang menggunakan benih padi varietas non‑unggul rata‑rata pendapatannya sebesar Rp 11.730.994 per hektar.

Petani di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor memiliki persepsi yang kurang baik terhadap penggunaan benih padi unggul, meskipun ketersediaan dan kerumitan penggunaannya dinilai cukup baik, sementara kemudahan memperoleh benih, harga, kesesuaian, dan kualitas produksi tergolong rendah.Terdapat perbedaan signifikan pada pendapatan antara petani yang menggunakan benih unggul (rata‑rata Rp 22,5 juta per hektar) dan yang menggunakan benih non‑unggul (rata‑rata Rp 11,7 juta per hektar).

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak pembentukan kelompok multiplikasi benih yang dipimpin petani terhadap ketersediaan dan adopsi benih padi unggul di Kabupaten Bogor, dengan mengukur perubahan persepsi serta pendapatan petani; selanjutnya, studi dapat meneliti efektivitas platform informasi digital (seperti aplikasi seluler) dalam meningkatkan pengetahuan petani tentang manfaat benih unggul, khususnya dalam aspek kemudahan akses, harga, dan kesesuaian varietas dengan kondisi lahan lokal; terakhir, analisis kelayakan ekonomi skema subsidi pemerintah untuk penyediaan benih unggul dibandingkan dengan mekanisme pasar bebas perlu dilakukan untuk menilai apakah subsidi dapat secara signifikan mengurangi kesenjangan pendapatan antara petani pengguna benih unggul dan non‑unggul serta mendorong adopsi luas di wilayah tersebut.

Read online
File size212.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test