UMSUMS

Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC)Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC)

Literasi keuangan merupakan salah satu bidang pengetahuan kunci yang memungkinkan individu, termasuk mahasiswa, mengelola keuangan pribadi secara efektif. Keterampilan ini dapat meningkatkan kesejahteraan keuangan melalui keputusan konsumsi, tabungan, dan investasi yang bijaksana. Mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua, seperti di rumah kos atau kontrakan, sering menghadapi tantangan dalam mengatur keuangan. Survei terhadap mahasiswa di Kartasura, Jawa Tengah, menunjukkan 88% mengalami kesulitan menabung akibat pengeluaran berlebihan dan ketidakmampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan pribadi, tabungan, serta produk investasi untuk membantu peserta meningkatkan nilai uang secara nyata dan mencapai tujuan keuangan lebih cepat. Hasilnya, 80% peserta berencana membuka rekening bank tambahan untuk menabung, serta terjadi peningkatan minat berinvestasi melalui reksa dana dan saham. Temuan ini menunjukkan keberhasilan program dan menjadi dasar bagi kegiatan pengabdian lanjutan.

Program pengabdian ini berhasil memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang pengelolaan keuangan pribadi, terutama bagi mereka yang tinggal di rumah kos atau bersama kerabat.Seluruh peserta memiliki niat untuk menabung dan berinvestasi, namun sebelumnya mengalami kebingungan dalam memulainya.Setelah kegiatan, 80% peserta berencana membuka rekening tabungan untuk memisahkan dana konsumsi harian dan dana tabungan atau investasi, serta terjadi peningkatan minat berinvestasi di saham dan reksa dana masing-masing sebesar 8%.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas pelatihan literasi keuangan berbasis pendekatan praktik langsung, seperti simulasi pengelolaan keuangan bulanan berdasarkan nominal uang saku nyata mahasiswa, untuk melihat dampaknya terhadap perilaku menabung jangka pendek. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh pendekatan kelompok sebaya (peer education) dalam pelatihan literasi keuangan, apakah metode ini lebih efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan retensi pengetahuan dibanding metode ceramah konvensional. Ketiga, diperlukan studi yang merancang dan menguji modul pelatihan berjenjang yang mencakup pendampingan pasca-pelatihan, seperti konseling keuangan berkala atau grup diskusi online, untuk menilai apakah pendampingan berkelanjutan dapat meningkatkan komitmen menabung dan keberanian memulai investasi pada mahasiswa pemula.

Read online
File size386.61 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test