UNPARUNPAR

Sustainability Accounting JournalSustainability Accounting Journal

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 65 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kota Palangka Raya merupakan salah satu kota di Kalimantan Tengah yang masyarakatnya sebagian besar menggantungkan pendapatan dari UMKM. Salah satunya adalah JB Photocopy yang menjual bunga hias, mainan anak, dan perlengkapan fashion wanita. Dalam menjalankan usahanya, JB Photocopy mengalami beberapa hambatan, yaitu persaingan pasar, penerapan pengendalian internal, belum menerapkan sistem pencatatan akuntansi, serta kinerja keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JB Photocopy belum menerapkan pengendalian internal yang baik karena terdapat beberapa kriteria pengendalian internal yang belum terpenuhi. Pencatatan akuntansi juga tidak menerapkan dasar kas dan akrual serta SAK EMKM, sedangkan penggunaan media sosial sebagai media promosi hanya menggunakan Facebook dan hanya mempromosikan bunga hias. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pengendalian internal yang baik dapat membantu UMKM mencegah kecurangan, memastikan transaksi keuangan dilakukan sesuai kebijakan dan prosedur yang berlaku. Penerapan pencatatan akuntansi yang memadai dapat membantu UMKM mengukur kinerja bisnis, membuat keputusan usaha, dan mengurangi risiko kecurangan. Penggunaan media sosial dalam promosi produk dapat membantu UMKM menjangkau pasar target yang lebih luas dan meningkatkan penjualan. Dalam aspek kinerja keberlanjutan, Seiton dan Seiso telah diterapkan, sedangkan Seiri, Seiketsu, dan Shitsuke belum diterapkan.

JB Photocopy belum menerapkan pengendalian internal, pencatatan akuntansi, dan pemanfaatan media sosial secara optimal, yang dapat mengganggu siklus pendapatan usaha.Penerapan pengendalian internal yang baik, pencatatan akuntansi yang memadai, serta promosi melalui media sosial secara merata dapat meningkatkan kinerja dan pendapatan UMKM.Selain itu, penerapan penuh prinsip 5S dalam kinerja keberlanjutan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan reputasi bisnis yang ramah lingkungan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penerapan pengendalian internal di berbagai jenis UMKM di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan, untuk melihat bagaimana konteks geografis dan akses terhadap edukasi keuangan memengaruhi penerapannya. Kedua, penelitian bisa dikembangkan untuk menguji dampak integrasi sistem pencatatan akuntansi berbasis digital sederhana terhadap akurasi pelaporan keuangan dan kemampuan akses pendanaan di UMKM yang belum memiliki pembukuan terstruktur. Ketiga, perlu ada kajian mendalam tentang strategi segmentasi media sosial berdasarkan usia dan preferensi platform digital masyarakat, untuk mengevaluasi efisiensi promosi produk yang berbeda dalam satu usaha, terutama pada UMKM yang menjual beragam jenis barang. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang transformasi digital dan manajemen bisnis UMKM di era modern. Dengan memahami faktor-faktor lokal dan perilaku konsumen, intervensi kebijakan dan pelatihan usaha dapat dirancang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini juga bisa mengungkap hambatan non-teknis seperti literasi digital dan keterbatasan sumber daya manusia. Hasilnya akan membantu pengembangan model pendampingan UMKM yang adaptif dan berkelanjutan. Studi semacam ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi benar-benar dimanfaatkan secara merata. Temuan dari penelitian lanjutan dapat menjadi dasar perumusan program pelatihan berbasis komunitas. Dengan begitu, UMKM tidak hanya survive, tetapi juga mampu berkembang dan berdaya saing di pasar digital.

Read online
File size152.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test