UGMUGM

IJCIJC

Pada penelitian ini, nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 disintesis menggunakan ekstrak daun tanaman Hibiscus rosa-sinensis melalui metode koprersipitasi. Nanomaterial yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan instrumen TGA, EDX, SEM, UV-Vis, XRD, dan FTIR. Perilaku elektrokimia Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 dipelajari dalam larutan DMF pada kisaran potensial dari −1,5 hingga 1,5 V. Nanopartikel stabil secara termal menurut hasil TGA, dan pola XRD menunjukkan bahwa semua partikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 bersifat kristalin dengan ukuran rata-rata masing-masing 12,44; 34,61; dan 31,63 nm. Voltamogram siklik menunjukkan puncak katodik (Epc) pada 0,49 V dengan pasangan anodik (Epa) pada 0,49 V [E1/2 = 1,748 V]. Celah energi optik Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 masing-masing adalah 3,8; 3,2; dan 3,65 eV. Perilaku elektrokimia Ni-Al2O3 identik dengan Al2O3 dan Cu-Al2O3. Nilai puncak anodik dan katodik meningkat seiring dengan laju skan. Proses oksidasi dan reduksi satu elektron bersifat reversibel, ditunjukkan dengan pergeseran nilai puncak katodik ke arah yang lebih negatif. Semua siklus yang menunjukkan adsorpsi memiliki arus anodik konstan. Hasil ini mengindikasikan proses redoks berbasis difusi.

Penelitian ini berhasil mensintesis nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 menggunakan ekstrak daun H.Karakterisasi menunjukkan bahwa partikel memiliki struktur kristalin, morfologi sferis, dan stabilitas termal yang baik.Perilaku elektrokimia menunjukkan proses redoks reversibel berbasis difusi dengan puncak pada 0,49 V, serta arus yang konstan sepanjang siklus, menandakan potensi aplikasi dalam sistem elektrokimia.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji kinerja nanopartikel Al2O3, Cu-Al2O3, dan Ni-Al2O3 dalam aplikasi nyata seperti sensor kimia atau perangkat penyimpan energi, untuk mengevaluasi efisiensi dan stabilitas jangka panjang dalam kondisi operasional. Kedua, penting untuk membandingkan efek jenis tanaman lain sebagai sumber ekstrak hijau terhadap ukuran, morfologi, dan aktivitas elektrokimia nanopartikel yang dihasilkan, guna mengidentifikasi bahan alami paling optimal dalam sintesis ramah lingkungan. Ketiga, perlu dikaji pengaruh variasi konsentrasi dopan tembaga dan nikel secara lebih sistematis terhadap sifat optik dan konduktivitas listrik nanopartikel, untuk menentukan komposisi ideal yang menghasilkan performa terbaik dalam aplikasi elektronik atau katalitik. Studi lanjutan ini dapat membuka jalan bagi desain material nano berbasis logam oksida yang lebih efisien dan berkelanjutan.

  1. Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3 Nanoparticles Using Hibiscus... doi.org/10.22146/ijc.77418Green Synthesis and Electrochemical Study of Undoped and Doped Al 2 O 3 Nanoparticles Using Hibiscus doi 10 22146 ijc 77418
Read online
File size1.01 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test