UNRAMUNRAM

Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )

Sektor pertanian merupakan pilar penting perekonomian Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data sensus BPS 2023, terdapat 768.765 petani di NTB, dengan 46.910 petani di Kabupaten Dompu yang terkait dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). BPP Kecamatan Kempo mengalami ketidakefisienan dalam penyaluran bantuan karena proses manual menggunakan buku dan kertas, yang berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan sistem informasi penyaluran bantuan berbasis website yang dilengkapi fitur pendaftaran dan pengumuman bantuan guna memfasilitasi manajemen data dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan melalui digitalisasi proses manual. Metode Prototyping digunakan untuk memungkinkan masukan awal dari pengguna, sehingga sistem dapat diperbaiki sebelum implementasi akhir. Pendekatan ini membantu meminimalkan kesalahan dan menyesuaikan sistem dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian black-box dan User Acceptance Testing (UAT) menunjukkan keefektifan sistem. Pengujian black-box dengan pengguna akhir memverifikasi bahwa seluruh fitur sesuai harapan, sedangkan UAT menunjukkan tingkat kepuasan 87,95%, dikategorikan sebagai sangat baik. Dengan demikian, sistem ini meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan di Kecamatan Kempo.

Sistem informasi yang dikembangkan berhasil meningkatkan efisiensi proses penyaluran bantuan di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kempo melalui digitalisasi pencatatan dan pelaporan.Metode Prototyping terbukti efektif dalam menciptakan sistem yang sesuai kebutuhan pengguna, didukung oleh tingkat kepuasan pengguna sebesar 87,95%.Seluruh fitur utama, termasuk pengelolaan data dan pemantauan, telah berfungsi sesuai spesifikasi berdasarkan hasil pengujian black-box dan UAT.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengembangkan sistem informasi penyaluran bantuan berbasis mobile yang mendukung akses offline, sehingga petani di daerah dengan koneksi internet terbatas tetap dapat mencatat dan mengirim data bantuan saat koneksi tersedia. Kedua, perlu dikaji penerapan fitur integrasi dengan sistem pemerintah daerah atau pusat untuk memungkinkan sinkronisasi data bantuan secara real-time dan menghindari duplikasi penerima. Ketiga, penting dilakukan studi tentang implementasi sistem verifikasi penerima bantuan berbasis geolokasi dan identifikasi unik (seperti NIK atau QR code), untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah penyelewengan. Ketiga ide ini dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem penyaluran bantuan yang lebih akurat, transparan, dan inklusif. Penelitian-penelitian tersebut akan memperdalam aspek keterjangkauan teknologi, interoperabilitas sistem, dan keamanan data dalam konteks layanan publik pedesaan. Dengan memperhatikan keterbatasan infrastruktur digital dan literasi teknologi pengguna, pendekatan bertahap dan partisipatif sangat disarankan. Pengembangan fitur tambahan seperti notifikasi otomatis dan pelaporan interaktif juga dapat dieksplorasi untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. Fokus pada pengalaman pengguna yang lebih intuitif akan memperkuat keberlanjutan sistem. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan evaluasi dampak jangka panjang sistem terhadap akuntabilitas dan efektivitas program bantuan pertanian.

Read online
File size738.87 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test