UMPRUMPR

Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu KomunikasiRestorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi

Kualitas udara yang menurun di Kota Tangerang Selatan menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius. Sebagai instansi yang bertanggung jawab, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki peran strategis dalam pengendalian pencemaran udara. Namun, pelaksanaan tugas tersebut belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja DLH dalam pengendalian pencemaran udara menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penilaian kinerja mengacu pada lima indikator menurut Dwiyanto (2008) dalam , yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas.

Berdasarkan analisis terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan dalam pengendalian pencemaran udara dapat disimpulkan bahwa kinerja DLH telah berjalan, namun masih menghadapi keterbatasan di berbagai aspek.Dari sisi produktivitas, keterbatasan SDM, anggaran, serta sarana prasarana berpengaruh pada capaian kegiatan pemantauan dan pengawasan, meskipun efektivitas pemanfaatan sumber daya tetap terlihat dari keberhasilan menangani sebagian besar pengaduan masyarakat.Pada kualitas layanan, validitas data udara terjamin melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang terakreditasi, namun distribusi informasi dan sosialisasi kanal resmi masih terbatas sehingga banyak masyarakat lebih mengandalkan aplikasi non-pemerintah.Dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), DLH memperoleh nilai capaian sebesar 122,68% dengan predikat A (87,1), melampaui target yang ditetapkan.Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme dokumentasi, pelaporan, dan koordinasi di lingkungan DLH telah berjalan secara terstruktur dan konsisten.Temuan ini sejalan dengan teori kinerja publik Dwiyanto (2008) yang menyatakan bahwa akuntabilitas bukan hanya soal kepatuhan prosedural, tetapi juga menyangkut sejauh mana organisasi publik mampu mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada masyarakat secara transparan.

Untuk meningkatkan kinerja DLH dalam pengendalian pencemaran udara, penelitian ini mengusulkan beberapa rekomendasi strategis, yaitu peningkatan kapasitas SDM teknis melalui pelatihan dan pemanfaatan laboratorium eksternal, penguatan kanal pengaduan digital agar layanan lebih cepat dan transparan, pengembangan fasilitas laboratorium uji udara serta pengadaan alat pemantauan, penyusunan rencana aksi berbasis data dan pemetaan wilayah rawan pencemaran, pembentukan Satgas lintas instansi untuk memperkuat koordinasi, dan kampanye pendidikan lingkungan berkelanjutan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dengan perbaikan berkelanjutan ini, kinerja DLH Kota Tangerang Selatan berpotensi lebih efektif dalam mengendalikan pencemaran udara dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.

  1. Analisa Key Performance Index Salesman Pada PT Mega Buana Indah | Journal of Management, Entrepreneur... doi.org/10.56869/jmec.v1i1.312Analisa Key Performance Index Salesman Pada PT Mega Buana Indah Journal of Management Entrepreneur doi 10 56869 jmec v1i1 312
  2. Society - Universitas Bangka Belitung - Indonesia. evaluating impact management policies communities... societyfisipubb.id/index.php/society/article/view/478Society Universitas Bangka Belitung Indonesia evaluating impact management policies communities societyfisipubb index php society article view 478
Read online
File size343.71 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test