STTBEREASTTBEREA

LOGIA: Jurnal Teologi PentakostaLOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan integrasi antara misi dan teologi Pentakosta dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), agar pendidikan tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga transformasional. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana prinsip misi dan teologi Pentakosta dapat diintegrasikan dalam PAK. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan teologis dan pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai misi, seperti pengalaman Roh Kudus, kesaksian iman, dan pelayanan, memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik. Pendidikan yang berbasis misi Pentakosta tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk komitmen misioner dalam kehidupan sehari-hari siswa. Disimpulkan bahwa integrasi ini meningkatkan efektivitas PAK, dan disarankan agar gereja serta lembaga pendidikan mengembangkan kurikulum yang kontekstual dan berbasis Roh untuk mendukung pertumbuhan iman generasi muda.

Pendekatan ini menggabungkan penginjilan, pengalaman Roh Kudus, dan metode pembelajaran kontekstual seperti experiential learning dan mentoring rohani.Hasilnya adalah generasi muda Kristen yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki iman kokoh dan semangat misioner.

Pertama, perlu diteliti bagaimana model pembelajaran berbasis pengalaman Roh Kudus dapat dirancang secara sistematis dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen di sekolah umum yang heterogen. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas mentoring rohani antar generasi dalam membentuk komitmen misioner pada remaja di tengah pengaruh digital yang kuat. Ketiga, perlu dikaji bagaimana proyek pelayanan sosial berbasis komunitas lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran agar siswa tidak hanya memahami nilai-nilai Kristen secara teoritis, tetapi juga menghidupinya secara nyata. Penelitian lanjutan sebaiknya menguji penerapan integrasi teologi Pentakosta dalam konteks sekolah negeri yang multireligi, mengevaluasi dampak jangka panjang dari program mentoring rohani yang terstruktur terhadap kedewasaan iman remaja, serta mengembangkan model pelayanan sosial sekolah-jemaat yang berkelanjutan. Pendekatan ini akan memperdalam pemahaman tentang relevansi misi Kristen dalam pendidikan modern. Dengan demikian, penelitian baru dapat mengisi celah implementasi teologi Pentakosta di luar lingkungan gereja. Fokus pada konteks sekolah umum membuka peluang inovasi pedagogis. Studi tentang dinamika antargenerasi dalam mentoring memberi wawasan baru tentang transisi iman. Sementara itu, kajian tentang kolaborasi sekolah-jemaat dalam pelayanan sosial mampu menghubungkan dimensi spiritual dengan aksi sosial. Semua ini penting untuk memastikan pendidikan agama tetap relevan dan berdampak nyata.

Read online
File size858.26 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test