PBNSURABAYAPBNSURABAYA
Jurnal Penelitian MultidisiplinJurnal Penelitian MultidisiplinMutu pelayanan sakit dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi tenaga kesehatan, khususnya di unit rawat jalan. Komunikasi yang tidak efektif dapat menimbulkan keluhan dan menurunkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif karyawan dengan mutu pelayanan di Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSU Madina Bukittinggi tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif melibatkan 81 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara komunikasi efektif dengan mutu pelayanan (p = 0,032). Komunikasi efektif karyawan sebagian dinilai baik namun masih ada yang menilai kurang baik, mutu pelayanan sebagian besar baik namun belum optimal. Rumah sakit perlu meningkatkan komunikasi dan interpersonal, memperkuat evaluasi mutu, dan memperbaiki sarana pendukung pelayanan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi efektif karyawan dengan mutu pelayanan di Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSU Madina Bukittinggi tahun 2025.Komunikasi efektif karyawan sebagian dinilai baik namun masih ada yang menilai kurang baik, dan mutu pelayanan sebagian besar baik namun belum optimal.Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan komunikasi interpersonal, memperkuat evaluasi mutu, dan memperbaiki sarana pendukung pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien.
Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi efektivitas komunikasi antara karyawan dan pasien, seperti pelatihan komunikasi interpersonal yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing unit pelayanan. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk menguji dampak jangka panjang dari peningkatan komunikasi terhadap kepuasan pasien dan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Terakhir, penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dapat digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien terkait komunikasi dengan karyawan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang aspek-aspek komunikasi yang perlu ditingkatkan.
| File size | 274.13 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa proses administrasi surat masih dilakukan secara manual, sehingga rentan menimbulkan berbagai permasalahan.Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa proses administrasi surat masih dilakukan secara manual, sehingga rentan menimbulkan berbagai permasalahan.
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik berganda. Hasil: Mayoritas responden menilaiData dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik berganda. Hasil: Mayoritas responden menilai
PBNSURABAYAPBNSURABAYA Sebagian perawat merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamtan pasien hal ini di pengaruhi oleh hambatan dalam berkomunikasi terbuka serta ketidakSebagian perawat merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamtan pasien hal ini di pengaruhi oleh hambatan dalam berkomunikasi terbuka serta ketidak
UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru sebagaiPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru sebagai
STIAMISTIAMI Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan fokus pada pengukuran dan deskripsi hubungan antara variabel-variabel tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan fokus pada pengukuran dan deskripsi hubungan antara variabel-variabel tersebut.
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Menyikat gigi merupakan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya karies gigi. Masalah penelitian ini adalah tingginya rata-rata angka karies gigi sulungMenyikat gigi merupakan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya karies gigi. Masalah penelitian ini adalah tingginya rata-rata angka karies gigi sulung
UPERTISUPERTIS Prevalensi Hipertensi juga mengalami kenaikan setiap tahunnya dan menjadi penyumbang 17,5 juta kasus stroke di dunia. Data Riskesdas menunjukkan prevalensiPrevalensi Hipertensi juga mengalami kenaikan setiap tahunnya dan menjadi penyumbang 17,5 juta kasus stroke di dunia. Data Riskesdas menunjukkan prevalensi
UMSBUMSB Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair dari sabut kelapa dan bokashi cair dari kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap tinggiHasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair dari sabut kelapa dan bokashi cair dari kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi
Useful /
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Balita dari ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif memiliki risiko stunting 3,8 kali lebih tinggi, sedangkan balita dari ibu yang menikah dini berisikoBalita dari ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif memiliki risiko stunting 3,8 kali lebih tinggi, sedangkan balita dari ibu yang menikah dini berisiko
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Identifikasi faktor metabolik yang berkontribusi terhadap kondisi ini penting untuk mendukung strategi pencegahan berbasis tempat kerja. Tujuan: MenganalisisIdentifikasi faktor metabolik yang berkontribusi terhadap kondisi ini penting untuk mendukung strategi pencegahan berbasis tempat kerja. Tujuan: Menganalisis
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Secara klinis, kategori emosional tinggi (6,7%) tereliminasi 0% pasca-intervensi, mengindikasikan perbaikan kemampuan regulasi diri. Edukasi manajemenSecara klinis, kategori emosional tinggi (6,7%) tereliminasi 0% pasca-intervensi, mengindikasikan perbaikan kemampuan regulasi diri. Edukasi manajemen
UNPAMUNPAM Nilai kuat tarik tertinggi yaitu pada 9% w/w selulosa, biofoam dengan pati kentang sebesar 11,062 MPa dan pati ubi jalar sebesar 11,211 MPa masih jauhNilai kuat tarik tertinggi yaitu pada 9% w/w selulosa, biofoam dengan pati kentang sebesar 11,062 MPa dan pati ubi jalar sebesar 11,211 MPa masih jauh