UNPAMUNPAM

Jurnal Ilmiah Teknik KimiaJurnal Ilmiah Teknik Kimia

Biodegradable foam merupakan alternatif pengganti styrofoam yang terbuat dari bahan baku pati yang mampu terdegradasi oleh alam. Namun, biodegradable foam berbasis pati memiliki kelemahan terhadap penyerapan air dan cenderung rapuh sehingga dibutuhkan pengaplikasian khusus agar mampu meningkatkan kekuatan, elastisitas dan ketahanan terhadap air. Oleh karena itu, dilakukan penambahan filler berupa serat selulosa yang berasal dari batang pisang yang memiliki kandungan selulosa yang besar dan lignin yang sedikit, untuk meningkatkan kandungan selulosa dilakukan tahap isolasi selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat selulosa pada biodegradable foam yang terbuat dari kedua jenis pati yang berbeda terhadap karakteristik biodegradable foam. Pembuatan biodegradable foam dilakukan dengan metode baking process dan menggunakan dua jenis pati yang berbeda sebagai bahan utamanya yaitu pati ubi jalar dan pati kentang. Serat selulosa yang ditambahkan divariasikan dari 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% w/w berat pati. Hasil pengujian biodegradable foam dari kedua jenis pati yang berbeda menunjukkan bahwa daya serap menggunakan pati kentang dengan variable selulosa 9% lebih rendah daripada foam dengan bahan baku ubi jalar. Biofoam yang memiliki nilai biodegradability terbesar adalah biofoam pati ubi jalar pada variable 9% serat selulosa. Biodegradable foam berbahan baku ubi jalar dengan variable selulosa 9% memiliki nilai kuat tarik yang paling tinggi yaitu sebesar 11,221 MPa.

Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian bahwa, biodegradable foam dengan pati ubi jalar memiliki water absorption lebih tinggi dari biodegradable foam pati kentang, namun mudah terdegradasi mikroorganisme tanah.Pada biodegradable foam dari pati kentang menghasilkan nilai water absorption rendah nilai biodegradability lebih kecil daripada biofoam pati ubi jalar.Nilai kuat tarik hampir sama, sehingga penambahan filler berupa serat selulosa mampu meningkatkan sifat mekanik, sukar menyerap air, mudah terdegradasi dan kuat tarik yang tinggi.Sampel yang menggunakan 9% w/w selulosa memiliki water absorption sebesar 2,04% pada pati kentang dan 2,22% pada pati ubi jalar, hasil sesuai dengan SNI.Nilai kuat tarik tertinggi yaitu pada 9% w/w selulosa, biofoam dengan pati kentang sebesar 11,062 MPa dan pati ubi jalar sebesar 11,211 MPa masih jauh dari SNI.Nilai biodegradability tertinggi yaitu pada 9% w/w selulosa, biofoam dengan pati kentang sebesar 21,42% dan pati ubi jalar sebesar 23,91% menurut SNI biodegradability pada penelitian ini sudah sesuai literatur.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi serat selulosa terhadap karakteristik biodegradable foam, terutama pada aspek kekuatan dan elastisitas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode isolasi selulosa yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi potensi penggunaan bahan baku pati dari sumber lain, seperti pati singkong atau pati jagung, untuk meningkatkan kinerja biodegradable foam.

  1. Pengujian Mekanik dan Biodegradabilitas Plastik Biodegradable Berbahan Baku Pati Bonggol Pisang dengan... ojs.serambimekkah.ac.id/index.php/jse/article/view/1423Pengujian Mekanik dan Biodegradabilitas Plastik Biodegradable Berbahan Baku Pati Bonggol Pisang dengan ojs serambimekkah ac index php jse article view 1423
  2. Wayback Machine. wayback machine journalbalitbangdalampung.orgWayback Machine wayback machine journalbalitbangdalampung
Read online
File size186.89 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test