UNPAMUNPAM

Jurnal Ilmiah Teknik KimiaJurnal Ilmiah Teknik Kimia

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel terkendala oleh tingginya kadar asam lemak bebas yang menghambat proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan FFA melalui metode adsorpsi menggunakan microsponge berbasis silika–selulosa yang disintesis dari sekam padi dan bonggol jagung. Variabel proses yang dikaji meliputi % massa adsorben (1, 3, 5), suhu (30, 45, 60 °C), waktu kontak (30, 60, 90 menit), serta rasio silika:selulosa (40:60, 50:50, 60:40). Analisis FTIR menunjukkan adanya pita karakteristik Si–O–Si (~1053 cm⁻¹) dan Si–O (~795 cm⁻¹) yang mengarah pada keberadaan silika amorf, sedangkan pita O–H (~3200–3500 cm⁻¹) dari selulosa tampak melemah akibat dominasi silika pada permukaan. Hal ini menunjukkan keberhasilan pembentukan komposit silika–selulosa dengan interaksi kimia yang baik. Selanjutnya, hasil uji Brunauer-Emmett-Teller (BET) menunjukkan luas permukaan spesifik 87,77 m²/g dengan karakteristik pori meso, menegaskan struktur microsponge yang berafinatas tinggi terhadap molekul polar seperti FFA. Kondisi optimum diperoleh pada massa adsorben 5%, suhu 30 °C, waktu 60 menit, dan rasio 60:40, dengan penurunan FFA sebesar 49,62%. Karakteristik fisik dan kimia tersebut menjadikan adsorben ini efektif, hemat energi, dan ramah lingkungan, sekaligus menunjukkan potensi besar transformasi limbah pertanian sebagai material aktif untuk pra pemurnian minyak jelantah menuju produksi biodiesel berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa adsorben mass, temperatur, waktu kontak, dan rasio silika-selulosa secara signifikan memengaruhi penurunan FFA pada minyak jelantah.Kondisi optimal dicapai pada 5% berat adsorben, 30 °C, 60 menit, dan rasio silika-selulosa 60.Hasil analisis BET mengkonfirmasi struktur microsponge mesoporosa dengan luas permukaan spesifik 87,77 m²/g, yang menunjukkan afinitas tinggi terhadap molekul polar FFA.Adsorben berbasis silika-selulosa ini menjanjikan sebagai metode pra-pemurnian minyak jelantah yang efektif, hemat energi, dan ramah lingkungan untuk produksi biodiesel berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses sintesis microsponge silika-selulosa dengan variasi bahan baku limbah pertanian lain, seperti ampas tebu atau tempurung kelapa, untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi kinerja adsorben dalam skala pilot untuk menguji efektivitasnya dalam kondisi industri nyata dan mengidentifikasi potensi tantangan yang mungkin timbul. Ketiga, pengembangan adsorben yang dapat diregenerasi secara efisien, misalnya melalui metode termal atau kimia, akan meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi biaya operasional dalam proses pra-pemurnian minyak jelantah.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1757-899X/742/1/012007Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1757 899X 742 1 012007
Read online
File size399.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test