MACHUNGMACHUNG

Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan IntermediaCitradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia

The Wounded Deer merupakan salah satu lukisan milik pelukis terkenal asal Meksiko yaitu Frida Kahlo. Frida Kahlo terkenal dengan lukisannya yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Lukisan The Wounded Deer menggunakan aliran surealisme yang bersifat khayalan. Aliran surealisme merupakan gabungan antara alam mimpi dan realita yang membuat objek nyata menjadi seperti di dalam mimpi. Di dalam lukisan itu memiliki sebuah makna tersendiri yang ingin disampaikan oleh seniman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan tersirat yang ingin disampaikan oleh seniman. Tujuan lainnya untuk mengetahui macam-macam elemen visual yang ada di dalam lukisan itu. Lukisan The Wounded Deer yang unik pasti memiliki makna yang dalam. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kritik formalistik model Feldman yang terfokus pada elemen visual dalam sebuah karya. Metode ini dipilih karena hanya mengkaji dari visual karya tanpa melibatkan seniman maupun fenomena yang ada. Hasil dari penelitian ini berupa paparan berdasarkan tahapan-tahapan kritik formalistik antara lain: deskripsi karya, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi.

Lukisan The Wounded Deer karya Frida Kahlo telah dianalisis menggunakan metode kritik formalistik, yang berhasil mengungkap makna dan pesan tersembunyi dalam karya tersebut.Karya ini merepresentasikan penderitaan fisik dan mental seniman yang diwujudkan melalui simbolisme seperti rusa yang tertusuk anak panah, ekspresi wajah yang tenang, serta latar belakang yang kontras antara kehancuran dan ketenangan.Analisis ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman masyarakat terhadap nilai artistik dan pesan kemanusiaan dalam karya seni, sekaligus menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut mengenai seni visual dalam konteks budaya dan makna yang lebih luas.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana elemen-elemen visual seperti warna, komposisi, dan simbol angka sembilan saling berinteraksi menciptakan makna utuh dalam lukisan, sehingga dapat dibangun kerangka analisis formal yang sistematis untuk karya seni surealis dengan muatan autobiografi. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana representasi campuran gender dan makhluk hibrida dalam karya Frida Kahlo merefleksikan konstruksi identitas feminin dan kekuatan perempuan dalam konteks budaya Meksiko, yang dapat dikembangkan menjadi studi komparatif dengan seniman perempuan lain dari latar belakang post-kolonial. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang efek estetika dan emosional yang ditimbulkan oleh lukisan ini pada penonton modern, terutama dalam konteks kesehatan mental, untuk memahami bagaimana karya seni dapat berfungsi sebagai media ekspresi trauma dan ketahanan psikologis. Studi semacam ini bisa menggabungkan pendekatan neuroestetika dan psikologi seni untuk mengungkap respons kognitif terhadap simbolisme visual. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana tradisi lokal Meksiko, seperti simbolisme pohon patah, diintegrasikan dalam karya seni visual kontemporer sebagai bentuk narasi kesehatan dan penderitaan. Penelitian lanjutan juga bisa melihat evolusi penggunaan tubuh terluka dalam seluruh karya Frida Kahlo sebagai metafora sosial dan politik. Pendekatan interdisipliner antara seni, antropologi, dan studi budaya akan memperkaya makna dari karya-karya seperti The Wounded Deer. Dengan memahami konteks historis dan budaya secara mendalam, peneliti dapat mengungkap dimensi ideologis yang mungkin terabaikan dalam analisis formal semata. Akhirnya, studi tentang penerimaan karya ini di berbagai negara dapat menunjukkan bagaimana makna kemanusiaan dan penderitaan diterjemahkan secara lintas budaya. Semua arah penelitian ini akan memperdalam relevansi karya Frida Kahlo di era kontemporer.

Read online
File size236.51 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test