UHBUHB

Jurnal Kolaborasi Riset SarjanaJurnal Kolaborasi Riset Sarjana

Karet merupakan komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan di kawasan ASEAN, khususnya di Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor karet alam HS 400122 dari ketiga negara tersebut di pasar internasional. Model analisis yang digunakan adalah Almost Ideal Demand System (AIDS) dengan teknik Seemingly Unrelated Regression (SUR). Penelitian ini menggunakan data panel bulanan dari Januari 2012 hingga Desember 2021 yang mencakup nilai ekspor dan volume ekspor karet alam, bersumber dari Trademap.org. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pangsa pasar ekspor terbesar dibandingkan Thailand dan Malaysia. Elastisitas harga sendiri menunjukkan bahwa karet alam merupakan barang normal, sedangkan elastisitas silang compensated mengindikasikan hubungan perdagangan yang bersifat saling substitusi. Pada elastisitas silang uncompensated, ditemukan adanya hubungan baik substitusi maupun komplementer di antara negara-negara ini memberikan gambaran posisi daya saing masing-masing negara dan dapat menjadi acuan kebijakan dalam meningkatkan kinerja ekspor karet alam di pasar internasional.

Penelitian ini menganalisis daya saing karet alam Indonesia, Thailand, dan Malaysia di pasar internasional menggunakan model Almost Ideal Demand System (AIDS).Hasilnya menunjukkan bahwa Indonesia mendominasi pangsa pasar ekspor, sementara elastisitas harga sendiri menunjukkan karet alam sebagai barang normal.Hubungan perdagangan antar negara umumnya bersifat substitutif, namun terdapat hubungan komplementer antara Indonesia dan Malaysia.Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi peningkatan kualitas dan inovasi produk bagi Indonesia dan Malaysia, serta pemanfaatan strategi harga kompetitif oleh Thailand, untuk memperkuat daya saing karet alam di pasar global.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak perubahan iklim terhadap produksi karet alam di ketiga negara, mengingat sektor pertanian sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Hal ini penting untuk mengidentifikasi strategi adaptasi dan mitigasi yang efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis rantai nilai karet alam, mulai dari petani hingga industri hilir, untuk mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi dan nilai tambah. Dengan memahami dinamika rantai nilai, kebijakan yang lebih tepat sasaran dapat dirumuskan. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dikembangkan untuk menguji pengaruh kebijakan perdagangan internasional, seperti perjanjian perdagangan bebas, terhadap kinerja ekspor karet alam. Analisis ini akan memberikan wawasan tentang efektivitas kebijakan perdagangan dalam meningkatkan daya saing karet alam di pasar global. Ketiga saran ini saling melengkapi dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor karet alam di kawasan ASEAN.

  1. Analisis Permintaan Karet Alam Indonesia di Pasar Internasional | AGRARIS: Journal of Agribusiness and... doi.org/10.18196/agr.1217Analisis Permintaan Karet Alam Indonesia di Pasar Internasional AGRARIS Journal of Agribusiness and doi 10 18196 agr 1217
  2. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PERMINTAAN KARET ALAM DI INDONESIA | J-SEA (Journal... e-journal.upr.ac.id/index.php/j-sea/article/view/467ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PERMINTAAN KARET ALAM DI INDONESIA J SEA Journal e journal upr ac index php j sea article view 467
  3. Competitiveness of Indonesia’s Cocoa Beans Export in the World Market - Volume 4 Number 5 (Oct.... doi.org/10.7763/ijtef.2013.v4.301Competitiveness of IndonesiaAos Cocoa Beans Export in the World Market Volume 4 Number 5 Oct doi 10 7763 ijtef 2013 v4 301
Read online
File size451.45 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test