UNIGALUNIGAL

JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy)JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy)

Penelitian ini mengkaji neologisme dalam diskursus resistansi digital pada unggahan Instagram dengan tagar #ResetIndonesia. Neologisme tidak hanya merefleksikan inovasi linguistik, tetapi juga merepresentasikan sikap kritis, identitas kolektif, dan resistansi terhadap kekuasaan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pembentukan neologisme dan menganalisis fungsi sosial serta diskursifnya dalam resistansi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan dokumentasi unggahan Instagram. Analisis data merujuk pada teori pembentukan kata Yule dan kerangka diskursus digital Androutsopoulos. Hasil penelitian menunjukkan 45 neologisme terbentuk melalui tujuh proses morfologis, dengan derivasi sebagai proses dominan, khususnya melalui afiksasi pe-...-an, ke-...-an, dan meN-. Secara fungsional, neologisme berperan dalam evaluasi ideologis, delegitimasi kekuasaan, mobilisasi tindakan kolektif, dan konstruksi identitas kolektif. Studi ini memperkaya kajian morfologis dengan menyajikan pemetaan empiris neologisme bahasa Indonesia dalam konteks aktivisme digital, serta memperdalam studi diskursus digital dengan menunjukkan peran bentuk-bentuk morfologis sebagai strategi diskursif resistansi di media sosial.

Studi ini menunjukkan bahwa neologisme dalam unggahan Instagram.ResetIndonesia berfungsi sebagai strategi linguistik penting dalam praktik resistansi digital terhadap kekuasaan dan ideologi dominan di Indonesia, terutama melalui proses derivasi, akronim, percampuran, dan konversi.Inovasi leksikal ini memungkinkan pembentukan kata baru yang secara kritis membingkai realitas sosial-politik, menantang legitimasi otoritas, serta membangun identitas dan solidaritas kolektif di ruang publik digital.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan metodologis terkait lingkup data dan pendekatan kualitatifnya, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan perluasan korpus data lintas platform atau menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengkaji resepsi audiens demi pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran morfologi dalam praktik resistansi digital yang lebih luas.

Penelitian ini telah membuka pemahaman penting tentang neologisme sebagai strategi perlawanan digital di Instagram. Untuk mengembangkan temuan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik dan relevan bagi masyarakat umum. Pertama, bagaimana jika kita membandingkan neologisme yang muncul dalam gerakan perlawanan serupa di berbagai platform media sosial, tidak hanya Instagram? Misalnya, apakah neologisme di Twitter/X yang berorientasi teks berbeda dengan yang ada di TikTok yang lebih visual dalam menyampaikan pesan kritik? Ini dapat mengungkapkan bagaimana fitur unik setiap platform memengaruhi cara pengguna berinovasi dengan bahasa untuk menyampaikan aspirasi. Kedua, meskipun penelitian ini mengidentifikasi neologisme, kita belum tahu seberapa besar dampak dan penerimaannya di kalangan masyarakat luas. Apakah neologisme seperti demokrasiu atau elitcracy benar-benar dipahami dan memicu tindakan dari audiens yang berbeda? Sebuah studi yang mengukur resepsi dan dampak neologisme terhadap mobilisasi publik atau perubahan opini dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang efektivitas resistansi digital. Terakhir, sangat menarik untuk meneliti bagaimana neologisme ini berkembang seiring waktu. Apakah ada kata-kata baru yang muncul, atau yang lama kehilangan relevansinya, ketika isu politik berubah atau gerakan perlawanan memasuki fase baru? Studi longitudinal semacam ini akan memperlihatkan dinamika linguistik dan sosial yang kompleks dalam perlawanan digital, memberikan wawasan berharga tentang adaptasi bahasa sebagai alat perjuangan masyarakat.

  1. Migration du terme "néologisme" entre deux disciplines scientifiques : néologisme... doi.org/10.5817/erb2024-2-10Migration du terme nyologisme entre deux disciplines scientifiques nyologisme doi 10 5817 erb2024 2 10
  2. Covid-19 lexical innovation and morphological processes in the Jordanian context: Investigating the influence... topling.ukf.sk/index.php/topling/article/view/146Covid 19 lexical innovation and morphological processes in the Jordanian context Investigating the influence topling ukf sk index php topling article view 146
  3. Tagar sebagai Praktik Perlawanan Digital Warga: Strategi Diskursif dalam #TolakRUUTNI di Media Sosial... doi.org/10.15575/jispo.v15i1.46463Tagar sebagai Praktik Perlawanan Digital Warga Strategi Diskursif dalam TolakRUUTNI di Media Sosial doi 10 15575 jispo v15i1 46463
Read online
File size429.43 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test