AL MATANIAL MATANI

JKMI : Jurnal Kemitraan Masyarakat IndonesiaJKMI : Jurnal Kemitraan Masyarakat Indonesia

Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru telah melakukan persiapan awal untuk menerapkan RME. Permasalahan dari penggunaan RME ini adalah masih ada beberapa dokter yang belum menggunakan RME dan tetap mempertahankan berkas rekam medis, dikarenakan kendala pasien yang banyak yang masih menjadi hambatan bagi para dokter. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, kunjungan pasien rawat jalan tahun 2021 mengalami kenaikan yang tinggi, menyebabkan penumpukan berkas rekam medis dan keterbatasan ruang penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan RME di rumah sakit Awal Bros Pekanbaru tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sumber daya manusia memiliki latar pendidikan D III Rekam medis dan mengetahui RME serta telah diberikan pelatihan terkait RME, namun sebagian dokter masih belum mampu menggunakan RME dan masih membutuhkan file fisik. Sarana dan prasarana sudah cukup lengkap tetapi belum terlaksana dengan maksimal, dan alur prosedur penerapan rekam medis elektronik sudah cukup dimengerti tetapi belum terlaksana secara optimal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sumber daya manusia sebagian besar berlatar pendidikan D III Rekam medis dan telah mendapatkan pelatihan RME, namun masih ada dokter yang belum mampu menggunakan RME dan membutuhkan file fisik.Sarana dan prasarana sudah memadai, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.Alur prosedur penerapan rekam medis elektronik sudah cukup dipahami, namun implementasinya belum optimal.Pengembangan sistem EMR perlu memperhatikan kebutuhan kerja, desain aplikasi yang mudah dipahami, dan bentuk informasi yang jelas dan standar.Perlu dilakukan upgrade komputer dan perbaikan jaringan agar stabil, serta penyusunan blueprint sebagai landasan kebijakan yang terperinci.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menghambat adopsi RME oleh dokter, termasuk persepsi mereka terhadap manfaat dan kemudahan penggunaan sistem. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan RME yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan dokter, dengan mempertimbangkan tingkat keahlian digital dan preferensi belajar mereka. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi strategi implementasi RME yang lebih komprehensif, yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dokter, perawat, staf rekam medis, dan manajemen rumah sakit, serta mempertimbangkan integrasi dengan sistem informasi rumah sakit lainnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dan rumah sakit lainnya di Indonesia.

Read online
File size404.94 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test