AL MATANIAL MATANI

JKMI : Jurnal Kemitraan Masyarakat IndonesiaJKMI : Jurnal Kemitraan Masyarakat Indonesia

Rekam medis adalah berkas berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Filing (penyimpanan) bertugas menyimpan dokumen rekam medis, menyediakan dokumen rekam medis, meretensi dokumen rekam medis, dan membantu dalam pelaksanaan pemusnahan rekam medis. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Rumah Sakit Prima. Berdasarkan survey dan wawancara yang dilakukan ditemukan beberapa penyebab antaranya belum optimalnya pemberian kode warna, minimnya kapasitas penyimpanan, petugas belum pernah mengikuti pelatihan dan sosialisasi yang berkaitan tentang rekam medis, masih ada dokumen yang tidak ditemukan pencariannya. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu: tahapan perancangan, pelatihan/penyuluhan, dan evaluasi. Hasil PKM ini didapat bahwa pemahaman petugas kesehatan setelah diberikannya penyuluhan mengalami peningkatan yaitu 90% petugas kesehatan sudah memahami dan mengetahui tentang sistem penyimpanan (filling) berkas rekam medis, prosedur penyimpanan rekam medis yang telah selesai proses disimpan pada rak penyimpanan, dilakukan penyortiran untuk mencegah kesalahan letak (missfile), ketetapan penyimpanan dengan petunjuk arah (tracer) yang tersimpan, tracer dikeluarkan setelah dokumen rekam medis kembali, ketepatan penyimpanan dimulai dari grup warna pada masing-masing rak dan posisis urutan nomor. Oleh karena itu, dengan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan agar petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuannya tentang optimalisasi sistem penyimpanan (filing) berkas rekam medis.

Petugas kesehatan di Rumah Sakit Prima Pekanbaru mengalami peningkatan pemahaman sebesar 90% setelah diberikan pelatihan mengenai sistem penyimpanan berkas rekam medis.Optimalisasi sistem penyimpanan melalui pelatihan, penerapan kode warna, dan penyediaan tracer terbukti efektif mencegah terjadinya missfile.Dengan demikian, peningkatan kapasitas petugas dan fasilitas penyimpanan perlu terus dikembangkan untuk menjamin kelancaran pelayanan medis.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas sistem penyimpanan berbasis digital dibandingkan sistem konvensional di Rumah Sakit Prima Pekanbaru untuk menilai penurunan angka missfile dan kecepatan akses berkas. Kedua, perlu dikaji bagaimana penerapan pelatihan berkelanjutan bagi petugas rekam medis berpengaruh terhadap retensi pengetahuan dan kinerja jangka panjang dalam mengelola dokumen. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh penambahan kapasitas ruang dan peralatan penyimpanan terhadap beban kerja petugas serta keamanan dokumen rekam medis, terutama saat rumah sakit mengalami peningkatan kunjungan pasien. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar kuat bagi transformasi sistem manajemen rekam medis yang lebih efisien dan andal. Dengan fokus pada aspek teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur, rumah sakit dapat merancang strategi penyimpanan yang terintegrasi. Studi lebih lanjut juga bisa mengevaluasi kebutuhan integrasi sistem antarbagian agar informasi rekam medis mudah diakses oleh unit pelayanan lain. Selain itu, penting menilai apakah sistem tracer dan kode warna bisa dikembangkan dalam bentuk sistem pemindaian sederhana. Penelitian juga sebaiknya mempertimbangkan tantangan dalam penerapan standar operasional prosedur secara konsisten. Dengan pendekatan multidimensi, rumah sakit dapat menjamin keberlanjutan sistem penyimpanan yang optimal. Temuan dari penelitian ini nantinya dapat dijadikan acuan bagi rumah sakit sejenis dalam mengelola dokumen penting secara sistematis.

Read online
File size389.37 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test