ST3BST3B

JURNAL TABGHAJURNAL TABGHA

Membicarakan seputar kerukunan beragama merupakan dasar penting dalam bangunan keberagaman yang harus dijaga oleh generasi dari sebuah bangsa. Artikel ini menawarkan partisipasi sosiologis sebagai sebuah pendekatan baru bagi generasi Z dalam membangun dan melestarikan kerukunan umat beragama yang ada di Kota Batam. Pendekatan ini memberi pemahaman sekaligus menunjukkan tugas serta tantangan bagi generasi Z Kristiani bahwa pendekatan partisipasi sosiologis memberi dorongan untuk mengeksplorasi peran dalam kemajemukan. Dengan melakukan studi kasus dengan mensurvei partisipasi sosiologis generasi Z Kristiani serta implikasinya bagi kerukunan antar umat beragama, penulis memperlihatkan integrasi sosial baru yang dapat dibangun. Adaptasi lokalitas sosiologis dan Safari Generasi Z dalam peningkatan kerukunan antar umat beragama di kota Batam memainkan fungsi yang relevan dalam melengkapi pada konteksnya masing-masing memiliki kekhasannya. Dalam hal ini generasi Z Kristiani di kota Batam mampu menjadi figur yang dapat menebarkan nilai ajaran Yesus Kristus dan dapat menjadi surat terbuka pendamaian Allah yang dapat diikuti dalam kebaikan hidup bersama.

Seiring dengan berkembangnya iklim partisipatif, penguatan peran partisipasi sosiologis generasi Z bukan sekadar memberikan kesempatan bagi kaum muda berperan serta bagi kerukunan antar umat beragama di kota Batam, akan tetapi adalah bagaimana terus menempatkan interaksi dan dialog secara bertahap terlibat pada proses pengambilan keputusan dalam pertimbangan kegiatan bertemakan keagamaan.Adaptasi lokalitas sosiologis dan Safari Generasi Z dalam peningkatan kerukunan antar umat beragama di kota Batam memainkan fungsi yang relevan dalam melengkapi pada konteksnya masing-masing memiliki kekhasannya.Pemikiran dan praktik partisipasi sosiologis generasi Z Kristiani patut dikembangkan di luar ruang sekolah, gereja, hingga di ruang publik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program-program pemberdayaan generasi Z dalam meningkatkan kerukunan antar umat beragama di berbagai daerah dengan karakteristik sosial dan budaya yang berbeda. Hal ini penting untuk mengidentifikasi strategi yang paling tepat dan efektif dalam konteks yang berbeda-beda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan multikultural yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan generasi Z. Model pendidikan ini harus mampu menumbuhkan sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan dan budaya. Ketiga, penting untuk meneliti peran media sosial dan teknologi digital dalam membentuk opini publik dan memengaruhi interaksi antar umat beragama. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi strategi untuk memanfaatkan media sosial secara positif dalam mempromosikan kerukunan dan mencegah penyebaran ujaran kebencian dan hoaks.

Read online
File size173.49 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test