UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Tradisi Tiban merupakan tradisi yang banyak ditemukan di daerah Tulungagung dan sekitarnya. Tujuan dari dilakukannya tradisi ini untuk meminta hujan turun setelah lama kemarau dan kekeringan air. Peserta Tiban, yaitu para laki-laki, akan saling bertarung mencambuk satu sama lainnya, walaupun tercambuk peserta Tiban tidak merasa terluka karena memiliki ilmu atau pegangan yang kuat. Sebelum melakukan Tiban harus meminta izin pada tokoh sekitar dan melakukan upacara sesajen dengan nasi Tumpeng, ayam Ingkung (ayam panggang) dan tidak lupa melakukan sholat Istiqa sebagai bukti tanda bahwa nantinya hujan yang turun berasal dari Allah SWT. Selama Tiban berlangsung akan diiringi oleh musik gamelan agar lebih sakral. Tubuh peserta Tiban yang tercambuk akan mengeluarkan darah, banyak orang menyakini jika darah yang mengalir akan menurunkan hujan. Generasi mudah harus tetap melestarikan Tradisi Tiban, karena terdapat banyak nilai-nilai luhur yang bisa diterapkan untuk kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik. Masyarakat Jawa juga terkenal mencintai tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur dan berjalan lama, karena merupakan warisan budaya yang bernilai mahal baik secara budaya, material, norma, maupun agama.

Tradisi Tiban merupakan upaya masyarakat untuk memohon hujan setelah musim kemarau panjang.Pelaksanaan tradisi ini melibatkan pertarungan mencambuk yang diiringi musik gamelan, dengan keyakinan bahwa darah yang keluar akan memicu hujan.Penting bagi generasi muda untuk melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya yang bernilai tinggi, baik secara budaya, material, norma, maupun agama.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi makna simbolis dari berbagai elemen dalam tradisi Tiban, seperti jenis cambuk yang digunakan, warna pakaian peserta, dan jenis sesajen yang dipersembahkan. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana tradisi Tiban dapat diintegrasikan dengan praktik pertanian berkelanjutan, misalnya dengan mengembangkan sistem peringatan dini kekeringan yang berbasis pada pengetahuan lokal yang terkandung dalam tradisi tersebut. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana generasi muda memandang dan berpartisipasi dalam tradisi Tiban, serta faktor-faktor yang mempengaruhi minat mereka untuk melestarikan tradisi tersebut. Dengan demikian, dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk menjaga keberlanjutan tradisi Tiban di era modern.

  1. AGAMA DAN TRADISI LOKAL ( STUDI ATAS PEMAKNAAN TRADISI REBO WEKASANDI DESA JEPANG, MEJOBO, KUDUS) | Dzofir... journal.iainkudus.ac.id/index.php/Ijtimaia/article/view/3104AGAMA DAN TRADISI LOKAL STUDI ATAS PEMAKNAAN TRADISI REBO WEKASANDI DESA JEPANG MEJOBO KUDUS Dzofir journal iainkudus ac index php Ijtimaia article view 3104
  2. Login. pascasarjana institut seni surakarta jl ki hajar dewantara nomor kentingan jebres telp email iicacs... 103.104.177.181/index.php/greget/article/view/4136Login pascasarjana institut seni surakarta jl ki hajar dewantara nomor kentingan jebres telp email iicacs 103 104 177 181 index php greget article view 4136
  3. TENTANG KONSEP KEBUDAYAAN | Kistanto | Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan. konsep kebudayaan kistanto sabda... ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/13248TENTANG KONSEP KEBUDAYAAN Kistanto Sabda Jurnal Kajian Kebudayaan konsep kebudayaan kistanto sabda ejournal undip ac index php sabda article view 13248
Read online
File size439.28 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test