169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Studi tentang transformasi tipografi telah mengalami pergeseran makna, fungsi, nilai, dan bentuk secara historis. Mulai dari pakaian kasual yang hanya dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari hingga semi-formal. Pakaian kasual menekankan kenyamanan dan ekspresi pribadi daripada presentasi dan keseragaman berpakaian, yang termasuk jeans dan kaos. Untuk menguji masalah ini, metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan pendekatan historis terkait budaya pop dalam masyarakat modern. Kajian literatur dan lapangan dengan menggunakan teori Levi-Strauss dapat membantu menemukan jawaban dalam penelitian struktur permukaan (Surface – Structure). Hal ini menunjukkan bahwa, tipografi dalam pakaian kasual telah berubah, sesuai dengan tren mode. Sementara dalam struktur batin (Deep – Structure), tipografi yang terkait dengan makna dan nilai, tidak mengalami perubahan.

Simpulan uraian diatas, bahwa elemen garis dan geometris, garis huruf, ilustrasi atau icon yang mencerminkan pada desain busana casual.Perpaduan huruf (typography) dan ilustrasi pada busana casual T-Shits, semakin beragam, dengan adanya perancangan desain huruf (typography) dan ilustrasi.Sehingga tercipta desain menarik, dan menambah nilai visual dan estetika pada T-Shirts.Perkembangan T-Shirt dalam fesyen dan konsep visual-estetika, desainer dapat menuangkan ide dengan desain huruf (typography) dan ilustrasi, sesuai perkembangan tren fesyen.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat memperdalam analisis mengenai pengaruh media sosial terhadap tren desain tipografi pada busana kasual, dengan fokus pada bagaimana platform digital membentuk preferensi konsumen dan memengaruhi kreativitas desainer. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi augmented reality (AR) dalam desain busana kasual, khususnya dalam menciptakan pengalaman interaktif bagi konsumen melalui visualisasi tipografi yang dinamis dan personalisasi desain. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana prinsip-prinsip desain berkelanjutan dapat diintegrasikan ke dalam proses produksi busana kasual, dengan mempertimbangkan penggunaan material ramah lingkungan dan praktik manufaktur yang etis, serta bagaimana hal ini dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap nilai merek dan kualitas produk. Integrasi ketiga saran ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi dalam desain busana kasual yang tidak hanya estetis dan menarik, tetapi juga relevan secara sosial, teknologi, dan lingkungan.

Read online
File size1.25 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test