GUNUNGSARIGUNUNGSARI

Jurnal Berita KesehatanJurnal Berita Kesehatan

Dismenore adalah kondisi umum yang dialami oleh remaja putri, dengan angka kejadian di Indonesia mencapai 64,25%. Kondisi ini menyebabkan nyeri pada bagian bawah perut yang muncul sebelum, selama, dan setelah menstruasi, serta dapat berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari dan menyebabkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri dalam menangani dismenore di SMA Assanadiyah Palembang pada tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja putri dalam menangani dismenore di SMA Assanadiyah Palembang pada tahun 2016. Sekolah diharapkan dapat memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi tentang menstruasi dan dismenore untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMA Assanadiyah Palembang pada tanggal 11-14 Maret 2016, dapat disimpulkan bahwa terdapat distribusi pengetahuan yang didominasi oleh remaja putri dengan pengetahuan tinggi (75,0%).Sikap positif dalam penanganan dismenore juga lebih banyak ditemukan (68,8%).Namun, secara statistik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore.Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk terus meningkatkan penyuluhan kesehatan reproduksi guna meningkatkan pemahaman remaja putri tentang menstruasi dan dismenore.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti kurangnya hubungan antara pengetahuan dan sikap dalam penanganan dismenore, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi apakah terdapat perubahan sikap seiring dengan peningkatan pengetahuan tentang dismenore dari waktu ke waktu. Kedua, penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dapat digunakan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap remaja putri dalam menangani dismenore, seperti pengaruh sosial budaya dan dukungan keluarga. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan program edukasi terstruktur dapat diimplementasikan untuk menguji efektivitas peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap terhadap praktik penanganan dismenore yang lebih baik. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta melibatkan intervensi edukasi, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas dismenore dan berkontribusi pada pengembangan strategi penanganan yang lebih efektif.

  1. Perbedaan Intensitas Nyeri Haid Sebelum dan Sesudah Diberikan Kompres Hangat pada Remaja Putri di Universitas... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/16Perbedaan Intensitas Nyeri Haid Sebelum dan Sesudah Diberikan Kompres Hangat pada Remaja Putri di Universitas jqwh index php JQWH article view 16
  2. Literature review: Perbandingan tingkat nyeri menstruasi (dismenore) sebelum dan sesudah dilakukan hipnoterapi... doi.org/10.30867/gikes.v3i1.679Literature review Perbandingan tingkat nyeri menstruasi dismenore sebelum dan sesudah dilakukan hipnoterapi doi 10 30867 gikes v3i1 679
  3. Aroma terapi bunga lavender (Lavandulaangustifolia) menurunkan nyeri haid pada remaja putri | Sikumbang... doi.org/10.32536/jrki.v7i2.264Aroma terapi bunga lavender Lavandulaangustifolia menurunkan nyeri haid pada remaja putri Sikumbang doi 10 32536 jrki v7i2 264
Read online
File size186 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test