169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Cerita Sangkuriang atau dikenal dengan legenda Gunung Tangkuban Parahu merupakan cerita rakyat yang hidup dan berkembang di masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat. Sangkuriang adalah kearifan lokal Suku Sunda yang penuh pesan, makna, dan moral yang dapat dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berkembangnya teknologi dan media digital memungkinkan setiap orang mengakses informasi tanpa batas. Kemudahan akses ini memberikan peluang untuk melestarikan kekayaan budaya dengan nilai-nilai kearifan lokal dalam kemasan digital. Model video mapping digunakan untuk mengemas legenda Sangkuriang yang terkenal di Jawa Barat. Video mapping adalah teknik memainkan cahaya yang diproyeksikan ke area tertentu, diharapkan dapat menarik minat anak-anak dengan media yang lebih relevan. Penelitian ini menggunakan teori design thinking dan pendekatan inovasi 4p dari Chris Atton (2002). Karya kreatif dalam memproduksi video mapping legenda Sangkuriang memberikan alternatif model pelestarian nilai-nilai kearifan lokal cerita rakyat Sangkuriang yang lebih menarik dan mudah diakses secara digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Sangkuriang memiliki potensi besar untuk dilestarikan melalui inovasi teknologi.Pemanfaatan teknik video mapping sebagai media baru dapat menarik minat generasi muda untuk mengenal dan menghargai kearifan lokal.Dengan mengkombinasikan unsur budaya dan teknologi, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.Upaya ini diharapkan dapat menjaga identitas budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi augmented reality (AR) dalam menceritakan cerita rakyat lainnya, sehingga pengalaman interaktif yang lebih mendalam dapat diberikan kepada audiens. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas video mapping dengan metode pelestarian budaya lainnya, seperti pertunjukan seni tradisional atau pembuatan film animasi, untuk menentukan pendekatan yang paling optimal. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan konten video mapping yang lebih inklusif dan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat lokal, terutama generasi muda, dalam proses kreatifnya. Hal ini akan memastikan bahwa konten yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dan bermakna bagi masyarakat setempat, serta memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian budaya Indonesia yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Read online
File size2.01 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test