LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Computer-based training merupakan bahan ajar yang dapat mendukung perkuliahan jarak jauh yang menuntut media pembelajaran lebih menarik, atraktif, dan efisien. Pengembangan media pembelajaran CBT dilakukan dengan metode research and development (R&D), yaitu meliputi pembuatan dan pengujian produk serta pengujian efektivitas aplikasi. Pengembangan dan produksi media CBT menggunakan platform Adobe Animate CC, kemudian dilakukan uji kelayakan menggunakan kuesioner validasi dengan skala Likert yang diisi oleh validator. Evaluasi produk media pembelajaran terhadap 54 responden dan pengolahan hasil penilaian dari pengguna menunjukkan hasil sangat baik dengan nilai rata-rata 3,96 dan persentase 79,3%, dengan rincian penilaian aspek rekayasa perangkat lunak sebesar 92%, aspek desain pembelajaran 86%, dan aspek komunikasi visual 48%. Aspek komunikasi visual memperoleh nilai terendah dibandingkan dua aspek lainnya, dengan tiga sub-aspeknya termasuk dalam kategori tidak layak, yaitu audio, media bergerak, dan tata letak interaktif. Hasil penelitian ini akan menjadi platform pembelajaran interaktif bagi dosen PPI pada tahun 2022.

Media pembelajaran berformat swf dapat digunakan pada komputer maupun handphone dengan antarmuka yang sederhana dan desain infografis berwarna yang menarik.Berdasarkan hasil uji kelayakan, media ini dinyatakan layak dengan skor rata-rata 3,96 dan persentase 79,3%, meskipun aspek komunikasi visual memperoleh nilai terendah, khususnya pada sub-aspek audio, media bergerak, dan tata letak interaktif.Hasil ini menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan lebih lanjut dengan menambahkan backsound, video tutorial, animasi, serta tampilan yang lebih dinamis guna meningkatkan interaktivitas.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengembangkan media pembelajaran CBT yang memuat elemen audio narasi dan backsound pada setiap scene guna meningkatkan keterlibatan pengguna dan mengatasi keterbatasan aspek audio yang dinilai tidak layak. Kedua, sebaiknya dikaji efektivitas penambahan video tutorial pendek dan animasi interaktif berbasis gerakan (motion graphic) dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi analisis risiko dan pengendalian bahaya. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang desain tata letak navigasi yang lebih responsif dan intuitif, khususnya untuk perangkat mobile, dengan menguji berbagai konsep layout interaktif guna meningkatkan pengalaman pengguna dan mengatasi keterbatasan pada elemen visual komunikasi yang saat ini masih tergolong tidak layak.

Read online
File size346.05 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test