STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Orang beriman Kristiani memiliki kerinduan untuk bersatu dengan Allah. Allah pun selalu menyapa manusia dengan aneka macam cara. Cara paling utuh dan tertinggi adalah inkarnasi. Allah menyapa manusia dengan menjadi manusia. Keinginan manusia untuk saling menyapa dan berkomunikasi antarmanusia dewasa ini terjalin melalui alat digital. Sapaan Allah merupakan inkarnatoris, artinya hadir secara penuh, sedangkan sapaan antar sesama manusia dalam media sosial merupakan telepresence, artinya hadir tetapi tidak sepenuhnya: hadir sekaligus tidak hadir. Komunikasi sosial ini mempengaruhi seluruh dimensi kehidupan manusia. Dalam situasi inilah Gereja dihimbau untuk menunjukkan sapaan Allah. Cinta Allah yang paling nyata dan mewujud adalah inkarnasi. Hidup inkarnatoris dalam pewartaan Teologi Inkarnasi amat relevan bagi pelayanan pastoral Gereja di dunia digital dewasa ini.

Gereja dipanggil untuk mewartakan Injil di era digital, mengakui bahwa media sosial dapat menjadi sarana untuk menunjukkan cinta kasih Allah meskipun terbatas.Gereja harus hadir secara nyata dan relevan dalam dunia digital, memimpin dunia menuju Kerajaan Allah dan menguduskan dunia melalui sakramen dan pewartaan.Dengan demikian, Gereja dapat membawa harapan dan keselamatan bagi umat manusia di tengah tantangan zaman.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami dampak psikologis dan spiritual dari penggunaan media sosial terhadap iman dan relasi individu dengan Allah. Studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas berbagai pendekatan pastoral digital dalam menjangkau kelompok usia yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model-model pelatihan literasi digital bagi para pemimpin gereja dan umat, agar mereka dapat menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab untuk mewartakan Injil dan membangun komunitas iman yang kuat. Penelitian ini penting untuk memastikan bahwa Gereja tetap relevan dan efektif dalam pelayanan pastoralnya di era digital, serta mampu membimbing umat untuk menemukan makna dan tujuan hidup dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung.

Read online
File size237.55 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test