UNPAKUNPAK

Jurnal Abdimas FISIBJurnal Abdimas FISIB

Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Bina Masyarakat Mandiri (SMP IT BMM) merupakan sekolah yang tidak berbayar, ditujukan untuk siswa dari keluarga yang kurang mampu. Salah satu komunitas di Jepang tertarik dengan sekolah ini dan menyediakan beasiswa kunjungan ke Jepang bagi siswa-siswa di sekolah ini. Masalah yang dihadapi adalah para siswa sama sekali tidak memiliki gambaran mengenai negara Jepang dan juga tidak memiliki kemampuan Bahasa Jepang sama sekali. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan bisa membantu menjawab masalah yang dihadapi sekolah ini. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengajaran huruf Hiragana dan Katakana, pelatihan memberikan salam dengan gesture yang benar, pengenalan budaya dan kehidupan di Jepang. Selain memberikan pengajaran, ada juga pemberian media pembelajaran seperti poster dan kartu huruf (flash card) Hiragana-Katakana. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa bisa mendapatkan beasiswa kunjungan ke Jepang dan ketika berkunjung ke sana, siswa sudah memiliki bekal pengetahuan Bahasa dan budaya Jepang.

Kegiatan berjalan sesuai jadwal dan materi yang disampaikan sangat menarik bagi siswa.Siswa telah mampu memberikan salam dalam Bahasa Jepang dengan gesture yang benar serta memiliki gambaran mengenai kehidupan di Jepang.Mereka juga memperoleh informasi dan hiburan melalui kegiatan praktik langsung seperti menggunakan sumpit dan menari Bon Odori.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi sejauh mana pengetahuan bahasa Jepang yang telah diajarkan dapat diingat dan digunakan oleh siswa dalam jangka panjang, terutama setelah mereka kembali dari kunjungan ke Jepang. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas metode pembelajaran berbasis permainan dan praktik langsung terhadap peningkatan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari budaya asing, agar pendekatan serupa dapat dikembangkan untuk konteks budaya lain. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi tentang bagaimana integrasi pembelajaran budaya asing ke dalam kurikulum sekolah reguler dapat mendukung kesiapan siswa dari latar belakang ekonomi rendah dalam mengikuti program pertukaran internasional, sehingga manfaat dari kegiatan pengabdian dapat berkelanjutan tanpa bergantung pada program insidental.

Read online
File size618.8 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test