UMSRAPPANGUMSRAPPANG

Jurnal LaogiJurnal Laogi

Takut dalam sastra kontemporer sering diwakili bukan melalui kekerasan eksplisit, tetapi melalui ambigu dan unsur simbolis. Penelitian ini meneliti bagaimana ketakutan dibangun secara simbolis dalam novel Rumaan Alam, Leave the World Behind. Menggunakan teori simbolisme Frederick William Dillistone, penelitian ini menafsirkan simbol sebagai tanda yang terlihat yang mewakili realitas psikologis yang tidak terlihat. Untuk memperkuat analisis, konsep Starkstein tentang ketakutan diterapkan untuk menjelaskan bagaimana ketidakpastian dan kekurangan informasi membentuk respons emosional karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, menggunakan deskripsi naratif, dialog, dan peristiwa dari novel sebagai data primer. Temuan mengungkapkan bahwa kegelapan berfungsi sebagai simbol ketakutan yang dominan, mewakili kebingungan, kehilangan kendali, dan ketidakstabilan psikologis yang disebabkan oleh pemadaman yang tidak dijelaskan. Selain itu, warna hitam melambangkan kematian, bahaya, dan yang tidak diketahui, terutama melalui gambar mayat hewan dan perilaku hewan yang abnormal. Simbol-simbol ini secara kolektif membangun atmosfer kecemasan dan ketidakpastian, menekankan bahwa ketakutan dalam novel muncul dari ambigu daripada konfrontasi langsung dengan ancaman yang terlihat. Penelitian ini berkontribusi pada studi sastra dengan menunjukkan bagaimana strategi simbolis digunakan untuk mewakili ketakutan psikologis dalam fiksi kontemporer.

Studi ini telah menyelidiki representasi simbolis ketakutan dalam novel Rumaan Alam, Leave the World Behind.Temuan menunjukkan bahwa ketakutan dalam novel terutama muncul dari ambigu dan ketidakpastian daripada ancaman fisik langsung.Gangguan komunikasi mendadak, dan serangkaian peristiwa yang tidak dijelaskan, menimbulkan ketidakstabilan emosional dan kebingungan kognitif di antara karakter.Sejalan dengan konsep Starkstein tentang ketakutan, novel menggambarkan ketakutan sebagai respons emosional dan kognitif yang kompleks yang muncul ketika individu tidak dapat mengidentifikasi dengan jelas sumber bahaya.Selain itu, analisis menunjukkan bahwa Alam membangun ketakutan terutama melalui strategi simbolis daripada deskripsi naratif eksplisit.Menggunakan teori simbolisme Frederick William Dillistone, penelitian ini mengungkapkan bahwa unsur-unsur seperti kegelapan, keheningan, dan warna hitam berfungsi sebagai tanda-tanda yang terlihat dari kondisi psikologis yang tidak terlihat.Simbol-simbol ini menyampaikan makna kerentanan, kecemasan, dan erosi keamanan.Oleh karena itu, penelitian ini mengonfirmasi bahwa simbolisme memainkan peran sentral dalam mengartikulasikan ketakutan psikologis dalam Leave the World Behind, menyoroti efektivitas representasi simbolis dalam narasi sastra kontemporer.

Berdasarkan temuan dan analisis, penelitian lanjutan dapat mengusulkan studi yang menyelidiki peran simbolisme dalam merepresentasikan ketakutan dan emosi dalam karya sastra kontemporer lainnya. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana simbolisme dapat digunakan untuk mengkomunikasikan pengalaman psikologis yang kompleks, seperti trauma atau kecemasan, dalam narasi fiksi. Akhirnya, penelitian dapat menganalisis bagaimana simbolisme dapat berfungsi sebagai alat untuk mengeksplorasi tema-tema sosial dan politik yang lebih luas dalam sastra kontemporer, seperti ketidaksetaraan atau ketidakpastian sosial.

  1. Investigating Difficulties Faced by Lecturers in Teaching General English | Journal of English Education... ejournal.unib.ac.id/JEET/article/view/27680Investigating Difficulties Faced by Lecturers in Teaching General English Journal of English Education ejournal unib ac JEET article view 27680
  2. Symbolism and the Politics of Survival in Rohinton Mistry’s A Fine Balance. symbolism politics... doi.org/10.22161/ijels.105.41Symbolism and the Politics of Survival in Rohinton MistryAos A Fine Balance symbolism politics doi 10 22161 ijels 105 41
Read online
File size479.96 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test