UMSRAPPANGUMSRAPPANG

Jurnal LaogiJurnal Laogi

Penelitian ini menganalisis rasisme dalam novel Ring Shout karya P. Djèlí Clark (2020) melalui perspektif Marxis dengan menerapkan teori kapitalisme rasial oleh Cedric J. Robinson dan konsep hegemoni budaya oleh Antonio Gramsci. Peneliti mengidentifikasi bentuk-bentuk rasisme yang digambarkan dalam novel, memeriksa faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan rasisme, serta mengeksplorasi dampak rasisme terhadap karakter dan struktur sosial yang digambarkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh pendekatan sastra Marxis, dengan fokus pada analisis teks dari peristiwa naratif, dialog, dan dinamika karakter. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rasisme dalam Ring Shout muncul dalam dua bentuk utama: kapitalisme rasial dan hegemoni budaya. Kapitalisme rasial diwakili melalui eksploitasi sistemik, dehumanisasi, trauma generasi, dan kekerasan institusional yang dialami oleh komunitas kulit hitam sebagai fondasi kekuasaan ideologis, ekonomi, dan politik kulit putih. Hegemoni budaya tercermin melalui manipulasi, propaganda, diskursus agama, dan rasisme internal. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang memungkinkan rasisme untuk bertahan meliputi hierarki ras struktural, eksploitasi material, ketidaksamaan sistemik, dominasi ideologis, reproduksi persetujuan, dan representasi budaya. Lebih lanjut, dampak rasisme tercermin melalui perkembangan perlawanan, yang diekspresikan dalam tradisi radikal kulit hitam dan gerakan kontra-hegemoni.

Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa Ring Shout menggambarkan rasisme sebagai sistem yang utuh yang terdiri dari eksploitasi ekonomi dan dominasi ideologis.Kapitalisme rasial dan hegemoni budaya berfungsi bersama untuk mempertahankan supremasi kulit putih di komunitas kulit hitam.Hal ini sejalan dengan teori Marxis, yang melihat penindasan sebagai akar dari struktur material dan ideologis daripada perilaku individu.Novel ini juga memperluas teori yang ada dengan menggambarkan bagaimana fiksi spekulatif dapat merepresentasikan rasisme sebagai kekuatan hidup yang mengerikan.Dengan menggabungkan elemen supranatural dengan trauma sejarah, Ring Shout membuat sistem penindasan abstrak menjadi terlihat dan dapat dirasakan.Pendekatan ini memperkuat kritik novel terhadap rasisme dan menekankan kebutuhan akan pembongkaran struktural dan perlawanan ideologis.Pada akhirnya, diskusi menunjukkan bahwa pembebasan dalam Ring Shout memerlukan perlawanan kolektif, kesadaran sejarah, dan pemulihan budaya.Rasisme dikalahkan bukan hanya melalui kekerasan terhadap penindas, tetapi juga melalui pelestarian memori, identitas, dan kebenaran.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut bagaimana rasisme diwakili dan diperkuat melalui media dan platform digital modern, serta pengaruhnya terhadap persepsi dan perilaku masyarakat. (2) Menjelajahi peran dan pengaruh agama dalam membentuk dan mempertahankan rasisme, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk melawan rasisme dalam konteks keagamaan. (3) Mengkaji dampak rasisme terhadap kesehatan mental dan emosional individu-individu yang terkena dampaknya, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk mendukung dan memberdayakan komunitas yang terkena dampak rasisme.

  1. The Meaning of “Racism” - Jiannbin Shiao, Ashley Woody, 2021. meaning racism jiannbin shiao... doi.org/10.1177/0731121420964239The Meaning of AuRacismAy Jiannbin Shiao Ashley Woody 2021 meaning racism jiannbin shiao doi 10 1177 0731121420964239
Read online
File size504.25 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test