JIMF BIJIMF BI

Journal of Islamic Monetary Economics and FinanceJournal of Islamic Monetary Economics and Finance

Penelitian ini menyelidiki dampak ganda dari faktor-faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) serta kepatuhan Syariah terhadap nilai merek dan kinerja saham di Malaysia, Indonesia, dan Arab Saudi menggunakan sampel 1.474 perusahaan publik yang patuh Syariah. Dengan menggunakan regresi data panel, regresi kuantil-pada-kuantil, Granger causality, dan metode FGLS, penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor ESG secara signifikan meningkatkan nilai merek dan kinerja saham di Malaysia dan Indonesia, dengan efek yang lebih kuat daripada saham konvensional, terutama di bawah sentimen investor positif. Namun, di Arab Saudi, faktor-faktor ESG tidak signifikan, dan kepatuhan Syariah sendirian menggerakkan kinerja keuangan, menunjukkan bahwa keselarasan dengan prinsip-prinsip Islam adalah prasyarat untuk dampak pasar dalam konteks ini. Analisis kuantil-pada-kuantil lebih lanjut menunjukkan bahwa ESG dan kepatuhan Syariah menghasilkan efek yang lebih kuat pada kuantil yang lebih tinggi dari nilai merek, menguntungkan perusahaan dengan ekuitas merek yang lebih besar. Hasil-hasil ini memvalidasi teori signaling, yang menekankan ESG dan kepatuhan Syariah sebagai mekanisme untuk mengurangi asimetri informasi dan meningkatkan kepercayaan investor di pasar keuangan Islam. Bagi pembuat kebijakan, penelitian ini menekankan kebutuhan akan standar ESG dan kepatuhan Syariah yang kuat, yang menganjurkan pelaporan yang transparan untuk membangun kepercayaan pasar dan menarik investasi berkelanjutan, terutama dengan mendorong ekonomi hijau yang patuh Syariah di Arab Saudi dan di luar negeri.

Penelitian ini mengonfirmasi hipotesis dengan nuansa regional yang penting.Hipotesis 1, yang menyatakan hubungan positif antara kinerja ESG dan nilai merek dalam saham patuh Syariah, didukung di Malaysia dan Indonesia, di mana faktor tata kelola meningkatkan hasil keuangan di seluruh kuantil yang lebih tinggi.Namun, di Arab Saudi, dampak ESG meredup, menunjukkan bahwa ia memainkan peran sekunder terhadap kepatuhan Syariah, mendukung sebagian Hipotesis 1, tetapi menekankan peran kondisional ESG di pasar ini.Hipotesis 2, yang menyatakan bahwa kepatuhan Syariah memiliki pengaruh positif pada nilai merek dan kinerja saham, didukung di seluruh pasar dengan efek yang menonjol di Arab Saudi, di mana kepatuhan agama mendominasi pertimbangan kepercayaan investor dan ekuitas merek.Hipotesis 3, yang mengusulkan bahwa ESG memiliki hubungan yang lebih kuat dengan kinerja saham dalam saham patuh Syariah daripada saham konvensional, dikonfirmasi, meskipun dampaknya tetap bergantung pada keselarasan dengan prinsip-prinsip Syariah di Arab Saudi.Hipotesis 4 dan 5 mengusulkan bahwa sentimen investor memoderasi efek ESG dan kepatuhan Syariah, dengan sentimen yang memperkuat dampak ESG di Malaysia dan Indonesia.di Arab Saudi, ia memperkuat pengaruh kepatuhan Syariah, memperkuat perannya sebagai pengemudi utama nilai merek.Temuan-temuan ini mencerminkan konteks investasi unik Arab Saudi, di mana kepatuhan Syariah adalah indikator etis dominan, dan peran ESG hanya pendukung dan efektif hanya ketika selaras dengan prinsip-prinsip Islam.

Untuk investor, penelitian ini menyoroti bahwa ESG dan kepatuhan Syariah, meskipun berharga, bervariasi dalam signifikansinya di pasar Islam dan memerlukan pendekatan yang dapat dibedakan. Di Arab Saudi, di mana kepatuhan Syariah terpelihara secara budaya, investor mungkin memprioritaskan perusahaan dengan kredensial Syariah yang kuat, melihat ESG sebagai penambahan nilai tambahan ketika selaras dengan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, Malaysia dan Indonesia menawarkan lahan subur untuk investasi yang mengintegrasikan kedua praktik ESG dan Syariah, mengingat dukungan regulasi dan basis investor yang semakin sadar akan keberlanjutan. Dengan memilih dengan cermat perusahaan yang menunjukkan komitmen yang tulus terhadap kedua ESG dan Syariah, investor dapat memosisikan portofolio untuk menangkap pengembalian berkelanjutan sambil selaras dengan orientasi etis pasar ini. Pendekatan investasi yang disesuaikan ini, yang sensitif terhadap preferensi regional dan harapan regulasi, dapat mengoptimalkan manfaat ganda kinerja keuangan dan dampak sosial di pasar keuangan Islam utama ini.

  1. Religion and Green: The Dual Power of ESG and Shariah-Compliant Stocks in Brand Values of Malaysia, Indonesia,... doi.org/10.21098/jimf.v11i2.2687Religion and Green The Dual Power of ESG and Shariah Compliant Stocks in Brand Values of Malaysia Indonesia doi 10 21098 jimf v11i2 2687
Read online
File size832.61 KB
Pages30
DMCAReport

Related /

ads-block-test