JIMF BIJIMF BI

Journal of Islamic Monetary Economics and FinanceJournal of Islamic Monetary Economics and Finance

Studi ini menyelidiki peran agama dalam Pembangunan Berkelanjutan (PB) dan menawarkan perspektif Islam terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan menerapkan pendekatan multidimensional terhadap pembangunan, studi ini mengelompokkan 17 SDGs ke dalam enam dimensi—yaitu, Sosial, Modal Manusia, Ekonomi, Gaya Hidup Berkelanjutan, Lingkungan, dan Institusional. Dari pembahasan dimensi-dimensi ini dari perspektif Islam, beberapa temuan utama adalah: Islam menekankan pengembangan modal manusia (SDG 3 dan 4) yang merupakan elemen kunci dalam mempercepat Pertumbuhan ekonomi (SDG-8). Islam juga menawarkan berbagai instrumen keuangan sosial seperti zakat dan wakaf yang dapat digunakan untuk mengatasi SDG 1 (kemiskinan), 2 (kelaparan), 5 (kesetaraan gender), dan 10 (pengurangan ketimpangan). Keuangan Islam menyediakan sejumlah instrumen pembiayaan jangka panjang seperti sukuk yang dapat dimanfaatkan secara ahli untuk membangun infrastruktur berkelanjutan (SDG-9) dan kota berkelanjutan (SDG-11). Studi ini juga meninjau beberapa prinsip Islam dari Al-Quran yang dapat secara positif mendorong beberapa SDGs. Prinsip Wasatiyyah (Moderasi) dapat digunakan untuk konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG-12), Khalifah (wakil Tuhan di Bumi) untuk pemanfaatan air dan sanitasi (SDG-6) serta energi (SDG-7). Maslahah (kepentingan umum) untuk pengelolaan sumber daya alam; Salam (perdamaian), Adl wa al-Ihsan (keadilan dan kebajikan) untuk SDG-16 (perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat) serta Taāwanū alal-Birri (saling bekerja sama dalam kebaikan) untuk SDG-17 (kemitraan untuk tujuan).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa agama memiliki kaitan erat dan positif dengan pembangunan berkelanjutan, berfungsi sebagai pendorong utama melalui nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan moderasi, yang didukung oleh temuan empiris.Perspektif Islam secara khusus menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mengelompokkannya ke dalam enam dimensi utama, didukung oleh instrumen keuangan sosial (zakat, wakaf) serta prinsip-prinsip (wasatiyyah, khalifah, maslahah) yang relevan.Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam secara aktif dan terintegrasi dapat memainkan peran krusial dalam mengatasi isu-isu SDGs, mulai dari pengentasan kemiskinan dan pengembangan modal manusia hingga pengelolaan lingkungan dan pembangunan institusi yang damai serta adil.

Untuk memperkaya pemahaman mengenai peran Islam dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan relevan. Pertama, penting untuk tidak hanya membahas potensi, melainkan juga melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai dampak konkret dari instrumen keuangan Islam seperti zakat dan wakaf. Penelitian ini dapat mengukur seberapa efektif instrumen-instrumen tersebut dalam mengatasi kemiskinan (SDG 1) dan mengurangi ketimpangan (SDG 10) di berbagai negara Muslim, bahkan membandingkannya dengan pendekatan pembangunan konvensional. Pendekatan kuantitatif atau studi kasus yang cermat akan memberikan bukti kuat mengenai kontribusi nyata. Kedua, mengingat pembahasan dalam paper ini mengenai prinsip-prinsip Islam seperti wasatiyyah (moderasi) untuk konsumsi berkelanjutan (SDG 12) dan konsep khalifah (manusia sebagai wakil Tuhan di bumi) untuk pengelolaan lingkungan, perlu dikembangkan metodologi untuk mengukur secara lebih sistematis bagaimana prinsip-prinsip ini diterjemahkan menjadi perilaku nyata di tingkat individu dan komunitas. Bagaimana nilai-nilai ini memengaruhi keputusan konsumsi, produksi, dan pengelolaan sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim? Penelitian ini bisa melibatkan studi etnografi atau survei perilaku untuk menangkap nuansa implementasi praktis. Ketiga, dengan mempertimbangkan contoh keberhasilan Malaysia dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kerangka pembangunan ekonominya, sebuah studi komparatif lintas negara akan sangat berharga. Penelitian ini dapat membandingkan strategi, tantangan, dan keberhasilan dalam mengadaptasi dan menerapkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kebijakan SDGs di beberapa negara mayoritas Muslim dengan karakteristik budaya, ekonomi, dan politik yang berbeda. Hal ini akan membantu mengidentifikasi model-model implementasi yang paling efektif dan kontekstual.

  1. Comparing the Impact of Religious Discourse on HIV/AIDS in Islam and Christianity in Africa | Vanderbilt... doi.org/10.15695/vurj.v8i0.3490Comparing the Impact of Religious Discourse on HIV AIDS in Islam and Christianity in Africa Vanderbilt doi 10 15695 vurj v8i0 3490
  2. Religious Responses to Sustainable Development Goals: An Islamic Perspective | Journal of Islamic Monetary... doi.org/10.21098/jimf.v8i2.1453Religious Responses to Sustainable Development Goals An Islamic Perspective Journal of Islamic Monetary doi 10 21098 jimf v8i2 1453
Read online
File size389.55 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test