169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

This article offers an autoethnographic reflection on the authors experience portraying Mas Sugeng in the religious-comedy soap opera Rindu Suara Adzan 2024. Utilizing Charles Sanders Peirces semiotic framework, the study analyzes the visual and symbolic portrayal of dawah. The findings indicate that dawah in religious meditation and television dramas functions not by verbal preaching but through nuanced emotional connection, humor, and approachable moral exemplars. This study enhances comprehension of media Islamization, Indonesia, positioning emotional piety, and cultural communication.

The study argues that Rindu Suara Adzan 2024 represents a paradigmatic shift in Islamic media representation.Through the intertwining of humor, performance, and visual semiotics, the series embodies a “living dawah, one that is grounded in emotion, relationality, and popular participation.The character of Mas Sugeng challenges the conventional portrayal of pious masculinity, inviting audiences to laugh, feel, and reflect simultaneously.Ultimately, the study highlights the potential of art to serve as a medium for spiritual reflection and cultural dialogue.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana sinetron keagamaan seperti Rindu Suara Adzan memengaruhi pembentukan identitas keagamaan pada remaja Indonesia, dengan fokus pada peran humor dan representasi gender. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak emosional dari sinetron keagamaan terhadap penonton, termasuk bagaimana humor dan karakter yang relatable memengaruhi penerimaan pesan moral. Ketiga, penelitian lintas budaya dapat membandingkan representasi dawah dalam sinetron keagamaan di Indonesia dengan negara-negara Muslim lainnya, untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam strategi komunikasi dan dampaknya terhadap audiens. Dengan menggali lebih dalam aspek-aspek ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran media dalam membentuk lanskap keagamaan dan budaya di Indonesia.

  1. Amazonian House-ing: A Visual Anthropology Essay | Cultural Anthropology. amazonian house ing visual... doi.org/10.14506/ca36.4.06Amazonian House ing A Visual Anthropology Essay Cultural Anthropology amazonian house ing visual doi 10 14506 ca36 4 06
  2. Autoethnography: An Overview | Forum Qualitative Sozialforschung / Forum: Qualitative Social Research.... qualitative-research.net/index.php/fqs/article/view/1589Autoethnography An Overview Forum Qualitative Sozialforschung Forum Qualitative Social Research qualitative research index php fqs article view 1589
Read online
File size448.98 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test