LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Jalan raya merupakan infrastruktur vital yang berperan sebagai sarana penghubung antarwilayah. Kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas perekonomian, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah degradasi jalan akibat kualitas aspal yang buruk. Berdasarkan data DJBM PUPR tahun 2023, 70,23% kondisi jalan di NTT mengalami kerusakan sedang hingga berat. Komposisi aspal hotmix merupakan faktor krusial yang mempengaruhi kualitas perkerasan jalan. Campuran aspal terdiri dari agregat kasar dan halus yang harus memenuhi standar pengujian agregat, yang salah satunya ditentukan melalui uji analisis saringan (gradasi). Pada penelitian ini, campuran beton aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) dirancang menggunakan metode Marshall untuk menentukan kadar aspal optimal (KAO). Material yang digunakan berasal dari Quarry Kali Mio milik PT. Nanda Karya Putra Pratama, sementara data uji laboratorium diperoleh dari PT. Nanda Putra Pratama Karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter Marshall yang memenuhi standar Bina Marga Terkendali Revisi II Tahun 2018 adalah stability sebesar 1150,65 kg, flow 3,13 mm, Marshall quotient 1,15, VIM 3,48%, VMA 16,75%, dan VFB 79,26%. Berdasarkan analisis, KAO yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 6,0%, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya tahan perkerasan jalan di wilayah NTT.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan perhitungan, campuran Laston AC-WC dirancang menggunakan gradasi agregat nomor IV, terdiri dari batu pecah ¾ (20%), batu pecah ½ (28%), abu batu (36%), pasir (15%), dan filler semen (1%).Uji Marshall menunjukkan bahwa stabilitas memenuhi syarat minimal 800 kg, sementara flow hanya memenuhi spesifikasi pada kadar aspal 5,0% - 7,0%.VIM memenuhi spesifikasi pada kadar aspal 5,5% dan 6,0%, sedangkan kadar lainnya tidak memenuhi batas 3,0% - 5,0%.VMA dan VFB memenuhi syarat pada semua kadar aspal, masing-masing dengan batas ≥15% dan ≥65%.Rasio stabilitas terhadap flow memenuhi syarat pada kadar aspal 6,0% ke atas, tetapi tidak untuk kadar aspal 5,0% dan 5,5%.Dengan demikian, kadar aspal optimum (KAO) yang direkomendasikan adalah 6,0%, menghasilkan stabilitas 1150,65 kg, flow 3,13 mm, rasio 1,15, VIM 3,48%, VMA 16,75%, dan VFB 79,26%, yang memenuhi semua spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi II.

Berdasarkan latar belakang penelitian mengenai campuran aspal beton Laston AC-WC di NTT, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengujian performa jangka panjang campuran aspal dengan variasi jenis aspal yang berbeda, untuk mengidentifikasi jenis aspal yang paling tahan terhadap kondisi iklim dan lalu lintas di NTT. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan material limbah lokal, seperti limbah botol plastik atau serat alami, sebagai bahan campuran aspal untuk mengurangi biaya dan dampak lingkungan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi pengaruh penggunaan bahan tambahan seperti polimer atau serat pada karakteristik campuran aspal, dengan tujuan meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan terhadap retak. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh informasi yang komprehensif mengenai optimalisasi campuran aspal beton untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan perkerasan jalan di NTT, serta berkontribusi pada pengembangan teknologi konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

  1. Analisis Campuran Panas Aspal Beton (LASTON AC-WC) dengan Batas Gradasi Menerus Agregat Campuran No.... doi.org/10.20527/bpi.v7i2.245Analisis Campuran Panas Aspal Beton LASTON AC WC dengan Batas Gradasi Menerus Agregat Campuran No doi 10 20527 bpi v7i2 245
Read online
File size279.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test